Peringati Hari Jadi Kota Kediri, Upacara Manusuk Sima Digelar Secara Virtual

Andhika Dwi - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 11:26 WIB
Kota Kediri menggelar upacara Manusuk Sima secara virtual. Itu merupakan tradisi peringatan Hari Jadi Kota Kediri dengan membaca prasasti Kwak ke-1142.
Upacara Manusuk Sima/Foto: Tangkapan Layar
Kediri -

Kota Kediri menggelar upacara Manusuk Sima secara virtual. Itu merupakan tradisi peringatan Hari Jadi Kota Kediri dengan membaca prasasti Kwak ke-1142.

Biasanya, upacara digelar di tempat yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Kediri. Yakni Prasasti Kwak di Taman Tirtoyoso Kwak. Kali ini upacara dilakukan secara virtual.

Bahkan gunungan yang berisi polo pendem (hasil bumi) yang biasanya diperebutkan usai upacara Manusuk Sima juga ditiadakan. Ini untuk mencegah kerumunan di tengah PPKM level 4.

"Hari Jadi Kota Kediri ke-1.142 kita lakukan secara virtual. Sebab memang dalam aturan seluruh gelaran kebudayaan dilarang dilakukan seperti biasanya. Demikian juga polo pendem hasil bumi yang diperebutkan usai acara ditiadakan dan diganti dibagikan ke lembaga sosial dan juga lewat sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial (Si Jamal)," kata Nur Muhyar, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Olahraga Kota Kediri, Selasa (27/7/2021).

Ada 1.000 masker dan 142 paket hasil bumi (polo pendem) yang dibagikan. Yakni melalui Si Jamal bertempat di Command Center di Pemkot Kediri, dibagikan untuk warga yang isolasi mandiri, dibagikan ke Panti Lansia An-Nuur Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren dan ke Panti Lansia Yoseph di Kelurahan Dandangan Kecamatan.

"Selain itu juga dilakukan vaksinasi memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1.142 dengan jumlah 1.142. Rinciannya 700 sasaran di Hutan Kota dan 442 di Taman Sekartaji untuk anak usia 12 tahun ke atas," imbuh Nur Muhyar.

Upacara Manusuk Sima sengaja tetap digelar meski harus secara virtual. Ini sekaligus tetap menjaga kebudayaan-kebudayaan luhur di tengah keberagaman, modernisasi, dan kemajuan teknologi. Di antara semua itu, pihaknya tetap bisa mempertahankan budaya Kediri dengan melakukan prosesi Manusuk Sima.

"Dengan kegiatan ini mudah-mudahan bisa jadi inspirasi dan kebanggaan warga Kota Kediri yang namanya besar ini. Terlebih untuk kemajuan kota ini," ungkap Nur.

Seperti diketahui, Manusuk Sima merupakan sebuah peristiwa penting yang terjadi 1.142 tahun lalu, yang menunjukkan sejarah berdirinya Kota Kediri. Itu berdasarkan Prasasti Kwak yang ditemukan di Desa Ngabean, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam prasasti tersebut tertera tahun 801 saka atau tanggal 27 Juli 879 M. Untuk itu setiap tanggal 27 Juli diperingati Hari Jadi Kota Kediri.

Ritual Manusuk Sima bertujuan agar dijauhkan dari berbagai bentuk bencana. Rangkaian ritual menusuk sukma ini ditandai dengan pembacaan mantera dan pembakaran kemenyan oleh sang makudur atau sesepuh adat.

Selanjutnya prosesi tumbal bumi yakni pemotongan ayam cemani atau ayam hitam, memecah telur dan menaburkan abu. Ritual ini memiliki makna siapa pun mereka yang berani melanggar sabda alam akan mendapat malapetaka.

(sun/bdh)