Semula 180, Kini Proses Pemakaman Prokes di Surabaya 85 per Hari

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 16:09 WIB
Stok vaksin COVID-19 di Surabaya untuk masyarakat umum lagi habis. Saat ini pemkot hanya memiliki 3.000 dosis vaksin untuk instansi.
Wali Kota Eri Cahyadi (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Angka kematian COVID-19 di Surabaya per 25 Juli 2021 tercatat ada 27 orang. Untuk kasus kematian yang dimakamkan dengan standar protokol kesehatan di bawah 100 orang. Jumlah itu pun menurun selama perpanjangan PPKM Level 4 kurang dari sepekan ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku jumlah tersebut sudah menurun. Dari jumlah sebelumnya sebanyak 180 orang meninggal yang dimakamkan sesuai prokes di Surabaya, kini menjadi 85 orang/hari.

"Sudah menurun, 85 dari 180 per hari," kata Eri kepada kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (26/7/2021).

Berdasarkan data dari https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ selama sepekan perpanjangan PPKM Darurat terjadi penurunan kasus COVID-19 meninggal hanya pada 25 Juli. Sedangkan sejak 21-24 Juli mengalami kenaikan.

Berikut data kasus meninggal saat perpanjangan PPKM di Surabaya:

1. 21 Juli 2021 kumulatif meninggal 1.485 naik 0,88 % atau 13

2. 22 Juli 2021 kumulatif meninggal 1.507 naik 1,5% atau 22

3. 23 Juli 2021kumulatif meninggal 1.539 naik 2,1% atau 32

4. 24 Juli 2021 kumulatif meninggal 1.580 naik 2,7% atau 41

5. 25 Juli 2021 kumulatif meninggal 1.607 naik 1,7% atau 27

Sedangkan untuk BOR RS di Surabaya disebut sudah turun sejak PPKM Darurat diberlakukan. Dari sebelumnya 90%, kini sudah turun sekitar 7%.

"Kalau di Surabaya juga turun dari 90% ke 83an%. Karena banyak RS yang kita buka (seperti RS Lapangan)," ujarnya.

Eri mengatakan melihat BOR di Surabaya sedikit susah. Sebab, pasien yang dirawat di RS Surabaya bukan hanya warga Kota Pahlawan.

"Surabaya kalau dilihat BOR-nya agak susah. Ini orang Surabaya saja atau tidak. Jangan dilihat Surabaya dari BOR RS, agak susah. Karena RS di Surabaya bukan hanya untuk warga Surabaya. Sebab Surabaya ibu kota provinsi, yang semuanya ketika berat lari ke sini," pungkasnya.

(fat/fat)