Ini Asal Muasal Aksi Rebut Paksa Jenazah Positif Antigen di Bondowoso

Chuck Shatu Widarsa - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 12:20 WIB
Aksi Perebutan Paksa Jenazah Reaktif COVID-19 di Bondowoso
Jenazah positif antigen dipaksa dibawa pulang naik pikap (Foto: Tangkapan Layar)
Bondowoso -

Aksi warga rebut jenazah COVID-19 kembali terjadi di Bondowoso. Kali ini terjadi saat Ny Habibah (51), warga RT 13 RW 03 Dusun Mangli Barat, Desa Mangli Kecamatan Pujer. Sebelumnya terdiagnosis sakit jantung.

Setelah dirawat selama beberapa hari di Puskesmas Pujer, pasien perempuan itu dinyatakan meninggal, Minggu (25/7/2021). Karena dari swab antigen terkonfirmasi positif, pihak puskesmas melakukan edukasi pada keluarga korban.

Bahwa jenazah akan dimakamkan secara prokes COVID-19. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus pada keluarga, warga sekitar, maupun kontak erat lainnya. Awalnya, pihak keluarga memang menerima. Kemudian minta izin untuk berembug dengan pihak keluarga lain yang ada di rumah.

Tak lama berselang, mereka lantas datang kembali ke Puskesmas Pujer. Namun bersama puluhan warga lain, dengan mengendarai kendaraan bak terbuka dan sepeda motor. Puluhan warga itu mendadak masuk puskesmas dan langsung merebut jenazah. Lalu dinaikkan ke kendaraan bak terbuka jenis pick-up dan membawa ke desa asal. Diikuti puluhan warga lainnya.

"Kami sebenarnya sudah menahan. Karena pasien tersebut memang terbukti reaktif," papar Jubir Satgas COVID-19 Bondowoso, dr Mohamad Imron, kepada wartawan saat jumpa pers, Senin (26/7/2021).

Menurut Imron, kejadian perebutan paksa jenazah yang seharusnya ditangani secara prokes tersebut sangat berpotensi terjadi penyebaran. Karena di rumah duka pasti tidak dilakukan penanganan sesuai jenazah COVID-19.

"Dalam waktu dekat kami akan segera lakukan tracing dan testing keluarga inti maupun kontak erat jenazah pasien tersebut," pungkas pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan ini.

(fat/fat)