Marak Warga Rebut Jenazah COVID-19, Tim Pemulasaraan di Tapal Kuda Trauma

Chuk S Widarsha - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 09:51 WIB
Koordinator Tim Pemulasaraan Satgas COVID-19 Situbondo Lukman Habsyi
Koordinator Tim Pemulasaraan Satgas COVID-19 Situbondo Lukman Habsyi (Foto: Chuk S Widarsha)
Situbondo -

Beberapa hari terakhir 'perampasan' jenazah COVID-19 di wilayah Tapal Kuda sedang marak. Terbaru adalah kasus di Situbondo dan Jember, sebelumnya di Bondowoso. Tim pemulasaraan merasa syok, trauma, dan terancam keselamatannya terkait kejadian tersebut.

Tim pemulasaraan dan pemakaman mereka merasa was-was ketika hendak mengirim jenazah ke wilayah tempat duka maupun pemakaman yang telah ditentukan. Meskipun sudah mendapat pengawalan dari aparat.

"Kami mohon agar jumlah pengawalnya ditambah," ujar Koordinator Tim Pemulasaraan Satgas COVID-19 Situbondo Lukman Habsyi kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

Lukman mengatakan beberapa hari belakangan aksi perebutan jenazah COVID-19 memang marak. Tak hanya di Situbondo, tapi juga di beberapa kabupaten tetangga seperti Bondowoso dan Jember.

"Ke depan nanti dalam pengiriman jenazah (COVID-19), harus dipastikan dulu situasi di lokasi aman. Baru mobil berangkat. Ini juga demi keselamatan kami," kata Lukman Habsyi.

Para relawan tim pemulasaraan tersebut mengaku khawatir akan keselamatannya. Karena selain sempat merusak beberapa bagian mobil jenazah, warga juga sempat mengintimidasi tim pemulasaraan.

Diberitakan sebelumnya, aksi perebutan jenazah yang memang terkonfirmasi positif COVID-19 terjadi di Desa Panji Kidul, Panji, Situbondo, beberapa hari lalu.

Tak hanya merebut paksa peti jenazah, warga juga menghancurkan peti menggunakan alat seadanya. Sementara jenazah diambil lalu dimandikan, disalatkan, layaknya jenazah pada umumnya.

Padahal, jenazah berinisial S, warga setempat tersebut merupakan pasien COVID-19. Sehingga harus menggunakan APD dan protokol kesehatan dalam pemulasaraannya.

(iwd/iwd)