Seorang Santriwati di Lamongan Jadi Korban Pencabulan Usai Kabur dari Ponpes

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 19:34 WIB
Illustrator 10 with Transparencies. Tight vector background illustration of a stop sign with the graffiti word rape. Add a headline and body copy or take out the background and make spot art. Check out my “Conceptual Signs” light box for more.
Foto: iStock
Lamongan -

Seorang santriwati salah satu pondok pesantren di Lamongan diduga menjadi korban pencabulan. Peristiwa tersebut dialami korban di Kecamatan Sugio.

Pada Kamis (22/7/2021) pagi, pengasuh ponpes ditelepon oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal yang mengaku bernama Udin. Ketika itu, penelepon mengatakan ada seorang perempuan yang ditemukan di jalan. Perempuan itu mengaku salah satu anak panti di ponpes tersebut.

Informasi tersebut kemudian dikroscek pengasuh ke asrama tempat korban menempuh pendidikan selama ini dengan menanyakan keberadaannya. Didapati informasi bahwa korban sejak semalam pergi selepas bertengkar dengan temannya di asrama.

Pengasuh kemudian berkoordinasi dengan pengasuh yang lain untuk kemudian menjemput korban menggunakan jasa taksi online. Di tengah perjalanan, pengasuh mendapatkan telepon dari Polsek Sugio jika korabn telah diamankan di Polsek Sugio dan diminta untuk menjemputnya di Polsek Sugio.

Saat di Polsek Sugio, didapat keterangan bahwa korban menjadi korban perbuatan asusila. Saat ini, perkara pencabulan dengan korban seorang santri ini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Perkara ini sedang dalam penanganan Unit PPA. Proses pemeriksaan dan penyelidikan," kata Subbag Humas Polres Lamongan Iptu Estu Kwindardi.

(iwd/iwd)