Mahasiswa Banyuwangi Demo Minta Dilibatkan Tangani COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 19:11 WIB
mahasiswa banyuwangi ingin dilibatkan tangani covid-19
Mahasiswa beraudiensi dengan Sekda Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sebanyak 7 mahasiswa asal lintas organisasi yang tergabung dalam Forum Cipayung Plus Banyuwangi menggelar demo di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Dalam aksi terbatas ini, mahasiswa meminta dilibatkan ke dalam urusan penanganan COVID-19.

Aksi demo ini berlangsung singkat, sekitar 15 menit berorasi tujuh perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tersebut dipersilakan masuk ke kantor Pemkab, Jumat (23/7/2021). Tujuh mahasiswa ini berkesempatan menyampaikan aspirasinya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Mujiono dan jajaran eksekutif lainnya.

Selain Sekda, ada juga Asisten Bidang Pemerintahan (Aspem) Pemkab Sih Wahyudi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Azis Hamidi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Henik Setyorini, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wawan Yadmadi, serta Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Nanin Octaviantie.

Nauval Witartono, mahasiswa UNAIR Banyuwangi perwakilan HMI mengatakan, aksi ini dilakukan karena ketidakpuasan kebijakan PPKM yang digelar pemerintah. Pihaknya ingin pemerintah melibatkan mahasiswa dalam penanganan COVID-19.

"Ada beberapa poin yang menjadi aspirasi kami, di antaranya soal kebijakan PPKM yang harus dievaluasi keberhasilannya. Kami meminta agar Pemerintah melibatkan mahasiswa kedalam Satgas penanganan COVID-19," katanya kepada wartawan.

Menurut Nauval, keterlibatan mahasiswa di dalam Satgas COVID-19 akan menjadi inovasi dalam menentukan kebijakan ke depannya. Ia menilai, keterlibatan kelompok akademisi harus dilibatkan untuk menghindari kebijakan yang mengandung unsur-unsur politik.

Selain itu, tujuh mahasiswa ini juga menuntut Pemkab agar menyediakan slot vaksinasi yang bisa mencakup kapasitas mahasiswa asal luar Banyuwangi yang kuliah di kampus setempat. Kebijakan PPKM yang berkepanjangan dinilai mahasiswa justru malah memperbanyak masalah di sosial masyarakat.

"Banyak teman-teman luar daerah yang kuliah di Banyuwangi. Kami seolah terpenjara di sini tidak bisa kemana-mana, mau vaksin saja tidak boleh. Sudah dicoba tapi kata petugas KTP non Banyuwangi tidak bisa," jelasnya.

Terakhir, tujuh mahasiswa tersebut meminta agar nominal bantuan yang disalurkan selama PPKM ditambahkan. Mengingat, dalam kebijakan kali ini banyak pedagang yang kehilangan pembeli karena batasan jam operasional dan larangan menyediakan fasilitas makan ditempat.

Terkait tuntutan mahasiswa tersebut, Mujiono mengaku akan segera melakukan evaluasi. Pihaknya menyatakan akan mengevaluasi kembali kebijakan PPKM seperti mematikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebagaimana masukan mahasiswa.

"Akan kami bandingkan. Selama LJPU dimatikan, angka kecelakaan berapa besar dibandingkan dengan sebelum kebijakan mematikan LPJU diterapkan," sebut Mujiono.

Menyoal permintaan melibatkan mahasiswa ke dalam Satgas COVID-19, Mujiono akan mempertimbangkan hal tersebut. Namun, saat ini pihaknya lebih membutuhkan bantuan tenaga kesehatan (nakes) sebagai tenaga vaksinator dan mendukung pengecekan tensi.

"Ya nanti hasil evaluasi akan disampaikan. Barang kali teman-teman dari perguruan tinggi bisa membantu untuk mendata vaksinasi, kami welcome sekali," kata dia.

Sedangkan soal besaran dana bansos kompensasi COVID-19, untuk sementara Pemkab memberikan bantuan Rp 300 ribu kepada masing-masing sasaran. Namun tidak menutup kemungkinan jika jumlah besaran dan target sasaran juga diperluas dan ditambahkan lagi.

"Soal vaksinasi teman-teman mahasiswa luar daerah yang kuliah di Banyuwangi sebenarnya nanti bisa diupayakan. Harapan kami ke depan, teman-teman yang ber-Kartu tanda Penduduk (KTP) luar Banyuwangi juga bisa mendapat vaksinasi," ujar Mujiono di depan tujuh mahasiswa Banyuwangi yang menggelar aksi hari ini.

Lihat juga video 'Beredar Seruan Demo Jokowi di DKI, Polda Metro Ingatkan RS-Kuburan Penuh':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)