Warga Termakan Hoaks, Vaksinasi COVID-19 di Kota Probolinggo Baru 41%

M Rofiq - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 11:18 WIB
Vaksinasi COVID-19 di Kota Probolinggo baru mencapai 41 persen. Banyak warga yang takut divaksin karena termakan hoaks bahwa vaksin berdampak buruk pada kesehatan.
Vaksinasi COVID-19 di Kota Probolinggo/Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Vaksinasi COVID-19 di Kota Probolinggo baru mencapai 41 persen. Banyak warga yang takut divaksin karena termakan hoaks bahwa vaksin berdampak buruk pada kesehatan.

"Kita terus melakukan vaksinasi massal dan memantau terus jalannya vaksinasi di beberapa titik, untuk menekan warga agar sadar melakukan vaksin guna meminimalisir terus penyebaran dan warga terpapar COVID-19. Jangan percaya berita hoaks tanpa sumber yang jelas," ujar Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Jumat (23/7/2021).

Sosialisasi terus dilakukan tim gabungan Satgas COVID-19 Kota Probolinggo. Baik secara door to door maupun melalui media cetak dan elektronik. Agar masyarakat tidak termakan hoaks dan sadar pentingnya vaksinasi COVID-19.

Mutmainah (45), warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo awalnya takut untuk vaksinasi COVID-19. Ia termakan hoaks bahwa vaksin bisa mengganggu kesehatan. Bahkan ada hoaks yang menyebutkan habis vaksin bisa meninggal dunia. Namun setelah mendengar penjelasan dari tim medis dan petugas Satgas COVID-19, ia mau divaksin.

"Awalnya takut vaksin COVID-19 karena termakan isu dan berita hoaks, tentang bahaya vaksin, ada yang habis vaksin malah terganggu kesehatannya, dan ada yang meninggal dunia. Ternyata berita itu semuanya hoaks" ujar Mutmainah.

Wali kota yang juga Ketua Satgas COVID-19 Kota Probolinggo mengajak masyarakat agar melakukan vaksinasi COVID-19 di gerai vaksin dan Puskesmas. Agar penyebaran COVID-19 bisa diminimalisir.

"Jangan percaya berita hoaks akan bahayanya vaksin. Vaksin sangat penting sekali untuk menjaga kesehatan tubuh dan bisa meminimalisir terpapar COVID-19, sekarang sudah banyak masyarakat di Kota Probolinggo dan antusias berbondong-bondong melakukan vaksin. Mari segera datang ke tempat yang sudah ditentukan dan melakukan gerakan vaksinasi massal," kata Hadi.

(sun/bdh)