Tak Ada Penyekatan Idul Adha di Suramadu, Adanya Pos Pengendalian

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 14:57 WIB
Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Surabaya memotong 240 hewan kurban dalam Idul Adha tahun ini. Naik 100 persen jika dibandingkan tahun lalu.
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (dua dari kiri)/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

Di Jembatan Suramadu tidak ada pos penyekatan dalam momentum Idul Adha. Melainkan pos pengendalian untuk mengantisipasi arus balik usai toron.

Itu seperti yang disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Ia mengatakan, pihaknya bersama jajaran kepolisian telah mengantisipasi arus toron, termasuk arus balik. Petugas gabungan juga telah menjaga area Suramadu selama 24 jam.

"Terminologinya jangan sampai salah, jadi ramai bilang tidak ada penyekatan seakan-akan tidak ada apa-apa. Padahal tim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bekerja keras sampai malam. Jadi itu namanya pengendalian. Jadi tetap aturan yang berlaku untuk mobilitas selama PPKM Darurat tetap diberlakukan. Cuman bukan disekat, tapi dikendalikan," kata Emil kepada wartawan di RPH Surabaya, Selasa (20/7/2021).

"Jadi kelihatan, misalnya 'loh kok ada minibus orangnya banyak' ya disetop dulu. Ini apa, tujuannya mau ngapain. Hal ini tentunya dilakukan oleh petugas di penyeberangan Jembatan Suramadu," tambahnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini menyebut, pada Senin (19/7) saja ada 203 kendaraan yang diputar balik. Dari arah Madura menuju Surabaya juga ada yang diputar balik, namun hanya sedikit.

"Kalau data dari Dirlantas, datanya 70 persen dari tahun lalu. Beliau menyusuri dari Bangkalan sampai Sumenep. Tapi tetap pengendalian tidak lepas. Bukan penyekatan tapi pengendalian. Karena PPKM Darurat tetap dilakukan pengendalian," jelasnya.

Saat ditanya apakah ada pemeriksaan kepada pengendara, Emil menegaskan ada. Pemeriksaan dilakukan secara selektif. Petugas akan mengecek pengendara yang sekiranya tidak sesuai dengan kriteria esensial dan kritikal. "Karena kita ingin memperlancar masyarakat dalam mencari nafkah," katanya.

Kemudian untuk mengantisipasi kemacetan saat arus balik toron, pihaknya sudah mengupayakan beberapa langkah. Hal ini juga perlu didukung oleh Polres Bangkalan untuk mengatur pengendara dari sisi Madura.

"Melihat bahwa keberangkatan arus yang menuju ke Pulau Madura tidak pada level menimbulkan risiko. Kalau mengantisipasi macet, salah satunya jangan sampai dihalaunya di sisi Suramadu saja. Jadi peran dari Polres Bangkalan akan sangat penting untuk memastikan penghalauan sebelum macet," pungkasnya.

(sun/bdh)