Warga Toron Mulai Penuhi Jembatan Suramadu, Tak Ada Penyekatan

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 18:11 WIB
Surabaya -

H-1 Idul Adha banyak warga Madura perantauan yang melakukan toron. Jembatan Suramadu dari Surabaya menuju Madura mulai dipenuhi warga yang toron.

Dari pantauan detikcom, saat sore hari mulai pukul 17.00 WIB mulai banyak warga, khususnya roda 2, yang menuju ke Madura melewati jembatan Suramadu. Hingga Magrib tiba, semakin banyak orang yang melintas.

Tak terlihat penyekatan ataupun pula pengecekan pada pengendara yang melintas, namun ada puluhan petugas gabungan yang berjaga di depan pos polisi. Meski ramai namun arus masih lancar dan belum terpantau adanya kemacetan.

Saat pagi hari situasi Suramadu memang terlihat sepi dan lengang, namun ketika sore hari di atas pukul 16.00 WIB mulai ramai pengendara yang melintas, terlebih kendaraan motor. Pada H-1 Lebaran Idul Adha, tradisi masyarakat biasanya toron atau mudik.

Salah satu pengendara arah Madura, Heru (34) mengatakan, ia memang sengaja toron ke Madura saat sore hari. Sebab, saat pagi atau siang, ia bekerja terlebih dahulu.

toron di suramaduToron di Suramadu (Foto: Esti Widiyana)

"Biasanya memang sore atau malam. Soalnya kalau siang kan masih kerja, jadi habis kerja toron," kata Heru kepada detikcom, Senin (19/7/2021).

Kabag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Eko Nur Wahyudiono mengatakan mobilitas di Suramadu mayoritas para pekerja. Sama halnya di Dermaga Ujung Perak.

"Iya, mayoritas pekerja. Sama seperti di Dermaga Ujung, rata-rata orang bekerja di Surabaya. Dengan adanya kapal itu, mereka lebih nyaman pakai kapal daripada sepeda motor. Kalau di kapal kan bisa duduk. Pekerja di sini itu orang dari Bangkalan," kata Eko.

Sebelumnya, Eko mengatakan saat Idul Adha yang juga dibarengi pemberlakuan PPKM Darurat, perbatasan Suramadu dilakukan penyekatan mulai 17-24 Juli 2021.

"Penyekatan atau pembatasan sudah dilakukan sejak PPKM Mikro, kita PPKM Mikro itu untuk pembatasan wilayah. Untuk toron sendiri sejak tanggal 17-24 Juli itu kita pertebal karena seluruh Indonesia memperketat pembatasan antar daerah," ujarnya.

Eko menjelaskan, jika penyekatan yang dilakukan untuk melakukan pemeriksaan kepada pengendara. Seperti dilengkapi dengan surat SIKM, surat tugas dari perusahaan, dan vaksin pertama.

"Dilakukan pemeriksaan tergantung dari sektor kritikal dan esensial. Yang di lapangan dan orang-orang tahu dan masyarakat mengikuti petunjuk dan syarat yang ditentukan, contohnya SIKM, surat tugas, vaksin pertama, antara lainnya itu," jelasnya.

Penyekatan yang dilakukan sejak 17-24 Juli ini akan dilakukan selama 24 jam dengan dibagi 3 sif. Ratusan personil gabungan pun diterjunkan di penyekatan perbatasan Suramadu.

"Untuk penyeberangan Suramadu itu kita siagakan 30 personel dari Polres Tanjung Perak, 30 personel dari Polda Jatim, 30 dari Brimob, 30 dari TNI AD, 30 dari Linmas, 30 dari Satpol PP, dan 18 personel dari dishub. Dibagi dalam 3 sif dari 30 personil," pungkasnya.

(iwd/iwd)