PPKM Darurat Bikin 45 Calon Pengantin di Kota Malang Tunda Pernikahan

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 14:51 WIB
Javanese Bride and Groom Hands
Foto: iStock
Kota Malang -

Puluhan calon pengantin di Kota Malang gagal menikah karena penerapan PPKM Darurat. Persoalannya, karena calon pengantin enggan melakukan swab antigen serta ada juga yang terpapar virus COVID-19.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Malang, Moh Rosyad mengatakan ada sebanyak 217 calon pengantin yang telah mendaftar diri di KUA sebelum PPKM Darurat atau kurun waktu sebelum 3 Juli 2021 sampai 20 Juli 2021.

Dari jumlah itu, 45 calon pengantin menunda jadwal pernikahan disertai alasannya. Data tersebut terhitung sejak 3 Juli 2021 sampai dengan 18 Juli 2021.

"Pertama, ada 34 calon pengantin yang menunda pernikahan karena tidak tes swab antigen. Lalu ada 8 calon pengantin yang tertunda karena hasil swab antigennya positif. Serta tiga pasangan lainnya dengan alasan lain," terang Rosyad kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Rosyad merinci jumlah 45 pasangan yang menundah menikah itu tersebar di 5 kantor KUA yang berada tiap kecamatan di Kota Malang. Untuk KUA Blimbing ada 18 calon pengantin, KUA Kedungkandang ada 13 pasangan, KUA Lowokwaru terdapat 7 pasangan. Kemudian di KUA Sukun ada 4 pasangan, dan di KUA Klojen ada satu pasangan.

"Kalau yang 34 pasangan itu mundur karena tidak swab, artinya mundur itu mereka sendiri yang mengajukan mundur, karena tidak ikut tes swab antigen," tegas Rosyad.

Menurut Rosyad selama PPKM Darurat diberlakukan, pernikahan hanya bisa diikuti oleh lima orang. Mereka adalah dua calon pengantin, dua saksi dan satu orang wali, serta satu petugas penghulu dari KUA.

"Karena swab (antigen) itu kan 5 orang, biayanya tidak sedikit, tidak semua masyarakat kita bisa, apalagi di masa pandemi begini," urai Rosyad.

Sementara dari 8 pasangan yang menunda pernikahan karena positif COVID-19, terdiri dari salah satu pasangan calon, baik lelaki maupun perempuan, serta ada yang dari pihak wali.

"Lalu 3 pasangan yang menunda karena alasan lain itu, karena mereka mencabut berkas. Alasannya kita (Kemenag) gak tahu, mereka tidak bilang, apakah itu karena tidak mau swab juga gak bilang, itu haknya masyarakat," tandasnya.

Rosyad menambahkan, 45 pasangan pengantin ini rencananya akan menjadwalkan kembali proses pernikahan setelah masa PPKM Darurat habis.

"Kapan harinya (pernikahan) ya tergantung mereka, karena pernikahan itu kan ada yang menghitung, juga spriritual Jawa itu kan, seperti weton dan neptunya. Yang penting tunda sampai PPKM Darurat selesai," imbuhnya.

Jika kemudian puluhan pasangan tersebut menyertakan hasil swab antigen dan dinyatakan negatif. Kementerian Agama Kota Malang akan memfasilitasi proses pernikahan.

"Jika kemudian mereka bisa melaksanakan kalau membuktikan telah sehat dengan membawa surat antigen swab dengan hasil negatif. Tentu tetap kita fasilitasi tanpa menunggu PPKM Darurat selesai, kita fleksibel saja," pungkasnya.

Lihat juga video 'Sepasang Dokter Rela Tunda Nikah Demi Pasien Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)