Kerugian Mal di Jatim Capai Triliunan Rupiah Selama PPKM Darurat

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 12:44 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan menyebut pemerintah masih melakukan evaluasi. Pengumuman diperpanjang atau tidaknya PPKM Darurat akan disampaikan kepada Presiden Jokowi lebih dulu dan diumumkan 2 atau 3 hari mendatang.
Mal di Surabaya saat PPKM Darurat/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Pusat perbelanjaan atau mal ditutup selama PPKM Darurat. Hanya restoran (take away), toko obat, serta swalayan yang diizinkan beroperasi.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi membeberkan kerugian mal selama ditutup saat PPKM Darurat.

"Katakan, satu mal saja di Pakuwon, kehilangan potensi pemasukan dari sewa bisa sampai Rp 50 miliar sebulan. Di Surabaya ada 21 mal, itu dikalikan saja sudah triliunan, apalagi se-Jatim?," ujar Sutandi kepada detikcom, Minggu (18/7/2021).

Padahal, lanjut Sutandi, pemasukan mal juga memberi kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama PPKM Darurat, omzet toko yang diperbolehkan buka di mal, tidak lebih dari 10 persen.

"Toko farmasi, swalayan omzetnya tidak lebih 10 persen di mal, termasuk restoran yang melayani take away," terangnya.

Direktur Marketing Pakuwon ini meminta, pemerintah lebih bijaksana dalam mengambil kebijakan, khususnya jelang perpanjangan PPKM Darurat. Ia berharap, pemerintah memperbolehkan mal buka dengan peraturan persis saat PPKM mikro lalu. Yakni mal buka pukul 11.00-20.00 WIB, dine in maksimal 25 persen.

Sutandi menjelaskan, ratusan ribu karyawan/pekerja mal dirumahkan dan tidak mendapat penghasilan saat PPKM Darurat. Hal tersebut, menurut Sutandi harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan.

"Kalau pemilik mal, pemilik tenant, saya yakin ekonominya aman. Kalau pekerja karyawan ini gimana? Mereka kerja itu buat makan hari ini, besok. Mereka gak dapat Bansos, tidak pernah pemerintah mendata pekerja mal. Tolong diperhatikan itu, mereka juga tumpuan keluarga masing-masing, setiap hari mereka sambat (curhat) ke pengelola mal, mereka ini menghidupi keluarganya," imbuhnya.

Sutandi menambahkan, pihak mal siap menerapkan aturan prokes sangat ketat, bila diperbolehkan buka kembali.

Simak juga 'PPKM Darurat, Mal di Solo Tetap Buka dengan Ketentuan':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)