APPBI Jatim Desak Pemerintah Perbolehkan Mal Buka Kembali

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 11:55 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan menyebut pemerintah masih melakukan evaluasi. Pengumuman diperpanjang atau tidaknya PPKM Darurat akan disampaikan kepada Presiden Jokowi lebih dulu dan diumumkan 2 atau 3 hari mendatang.
Mal di Surabaya saat PPKM Darurat/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan menyebut pemerintah masih melakukan evaluasi. Pengumuman diperpanjang atau tidaknya PPKM Darurat akan disampaikan kepada Presiden Jokowi lebih dulu dan diumumkan 2 atau 3 hari mendatang.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur meminta pemerintah meninjau ulang penutupan mal. Pasalnya, ratusan ribu karyawan tidak mendapat pemasukan selama PPKM Darurat.

"Harus ditinjau, semua tahu kok kalau di mal itu justru kita penerapan protokol kesehatan jauh lebih ketat, dari pada pasar tradisional. Semua pengunjung yang masuk mal itu diperiksa ketat. Mulai suhu, prokes," ujar Sutandi Purnomosidi, Ketua APPBI Jatim kepada detikcom, Minggu (18/7/2021).

Sutandi menegaskan, mal bukan menjadi tempat penyebaran virus COVID-19. Selama ini, pihak mal selalu mematuhi peraturan dari pemerintah. Ia berharap, pemerintah memperbolehkan mal kembali buka seperti PPKM Mikro sebelumnya.

"Tentu kita minta Pak Menko Perekonomian, Pak Menkomarves untuk kembali meninjau mal. Saya harap meski seandainya PPKM Darurat diperpanjang, mal dibolehkan buka, meski hanya kapasitas 25 persen, diperbolehkan dine in, dengan 25 persen, seperti terakhir PPKM Mikro lalu," terangnya.

Menurut Direktur Marketing Pakuwon ini, di Kota Surabaya saja, pekerja mal yang dirumahkan akibat PPKM Darurat mencapai 180 ribu orang. Lebih buruknya, para pekerja mayoritas berstatus outsourcing.

"Kalau outsourcing, gak kerja ya gak dibayar. Hampir mayoritas mereka itu gak dapat bansos. Sekarang 1 mal saja di Surabaya sebut saja PTC sampai 10 ribu pekerja. Di Surabaya saja ada 21 mal, dikalikan saja, berapa yang dirumahkan? Mereka ini, di mal mayoritas UMKM. Hanya sedikit brand-brand besar," ujarnya.

"Tolong ditinjau lagi, perbolehkan mal buka, ini bukan semata keinginan pihak mal, tapi seluruh pekerja mal yang saat ini kehilangan mata pencahariannya. Sekarang saja buka hanya supermarket dan farmasi, omzetnya hanya 10 persen, anjlok," sambungnya.

Sebelumnya diketahui, Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan menyebut pemerintah masih melakukan evaluasi terkait PPKM Darurat. Pengumuman diperpanjang atau tidaknya PPKM Darurat akan disampaikan kepada Presiden Jokowi lebih dulu dan diumumkan 2 atau 3 hari mendatang.

"Saat ini kami sedang melakukan evaluasi terhadap apakah PPKM dengan jangka waktu dan apakah dibutuhkan perpanjangan lebih lanjut, kami akan laporkan kepada Bapak Presiden. Saya kira dalam 2-3 hari ke depan kita akan umumkan secara resmi," ucapnya.

Simak juga 'PPKM Darurat, Mal Tutup-Tempat Makan Hanya Boleh Take Away':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)