Terapis Tunarungu yang Hirup Napas Pasien COVID-19 Sering Obati OTG

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 12:23 WIB
Viral Terapis Tuna Rungu di Jombang Meninggal Usai Hirup Nafas Pasien Corona
Gambar video yang beredar/Foto: Tangkapan layar
Jombang -

Aksi Masudin menghirup napas pasien COVID-19 di Jombang viral di medsos. Sebelum meninggal, terapis tunarungu itu sering mengobati pasien Corona dengan ramuan tradisional.

Sepak terjang Masudin disampaikan asistennya, Cak Topa (38). Ia sudah 6 tahun bekerja dengan terapis asal Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang tersebut.

Menurut dia, Masudin mengobati pasien COVID-19 sejak 5 bulan yang lalu. Pasien yang datang hanya sebatas teman dan keluarga Masudin saja. Para pasien tergolong orang tanpa gejala (OTG) dan orang sehat yang ingin menjaga kekebalan tubuh.

"Sebenarnya hanya memberi ramuan untuk memperkuat imun, bukan untuk mengobati COVID-19-nya. Tidak ada pasien luar, hanya teman dan keluarga almarhum yang butuh. Belum ada orang lain yang diberi ramuan itu," kata Topa kepada detikcom, Minggu (18/7/2021).

Ia menjelaskan, Masudin sendiri yang membuat ramuan tradisional untuk pasien COVID-19. Jamu tersebut berbahan dedaunan dan akar-akar tanaman tertentu. Menurut dia, hanya Masudin yang mengetahui ramuan tersebut. Setelah meminum ramuan, biasanya pasien diminta berolahraga.

Topa menjadi salah seorang yang pernah meminum jamu racikan Masudin. Menurutnya, rasa ramuan itu sangat pahit. Ia merasa sehat dan bugar setelah dua kali meminum ramuan tersebut.

"Saya ini asisten beliau yang sering berkomunikasi dan bersinggungan langsung dengan pasien COVID-19. Saya tidak kena Corona, minum ramuan untuk jaga-jaga. Selama ini saya hanya minum dua kali. Yang saya rasakan saat ini saya baik-baik saja, sehat-sehat saja," terangnya.

Terkait aksi Masudin yang viral menghirup napas pasien COVID-19, kata Topa, video tersebut direkam di sebuah rumah sakit 17 April 2021. Hanya saja saat itu ia tidak ikut masuk ke ruang perawatan pasien.

Sehingga ia tidak bisa memastikan apakah benar yang dihirup napasnya itu pasien Corona atau bukan. Menurut Topa, Masudin tidak selalu menghirup napas pasien COVID-19 saat memberi ramuan.

"Setahu saya paling tidak untuk memotivasi pasien, beliau mengakui kalau COVID-19 ada makanya dihirup dan membuktikan ramuan itu bisa meningkatkan imun," ungkapnya menjawab alasan Masudin menghirup napas pasien Corona.

Simak juga 'Wah! Vicky Burky Jaga Imunitas dengan Terapi Air Seni':

[Gambas:Video 20detik]



Topa meyakini Masudin meninggal pada Selasa (13/7) sekitar pukul 23.30 WIB bukan karena terinfeksi COVID-19. Menurut dia, bapak enam anak itu meninggal di rumahnya karena penyakit lambung yang sudah akut. Sehingga tidak benar jika meninggalnya terapis tunarungu itu akibat menghirup napas pasien Corona.

"Saya di dalam kamar beliau sebelum beliau meninggal. Beliau punya penyakit lambung akut. Sudah berulang kali kambuh, belum pernah ke dokter, kalau terpaksa hanya minum sirup. Mungkin gula darah beliau juga tinggi karena selalu minum teh kemasan botol sehari 10 botol lebih. Kalau kena COVID-19, kenapa orang-orang dekatnya, termasuk saya masih sehat semua?," imbuhnya.

Video aksi Masudin menghirup napas pasien Corona viral di medsos setelah terapis tunarungu asal Jombang ini meninggal dunia. Warganet mengaitkan video tersebut dengan meninggalnya Masudin. Sehingga terkesan bapak enam anak itu meninggal akibat nekat menghirup napas pasien COVID-19.

Video yang viral sebenarnya pernah diunggah melalui akun Instagram milik Masudin sendiri, @mr.masudinjombang pada 8 Juni 2021. Detikcom sempat mengunduh video sekaligus mendokumentasikan posting-an tersebut. Masudin memberi keterangan 'Kebal Covid KH Sami'an di bawah video berdurasi 1 menit 5 detik itu.

Dalam video ini, Masudin dan KH Sami'an terkesan sedang mengobati seorang pasien. Pasien pria ini tergolek lemas dengan selang oksigen di hidungnya. Terdapat tabung oksigen di sebelah kanan pasien pria tersebut. Namun, belum diketahui pria ini terinfeksi virus Corona atau tidak.

Sama dengan video yang saat ini viral, terdapat keterangan pada pojok kanan atas video 'KH Sami'an Detik2 virus Covid nampak jelas 17-4-2021 pukul 22.00 wib'. Selanjutnya, KH Sami'an terlihat menghirup napas pasien sembari mengibas-ngibaskan tangannya agar masuk ke hidung dan mulutnya. Aksi yang sama juga dilakukan Masudin.

(sun/bdh)