Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Perebut Jenazah COVID-19 di Bondowoso

Chuck Shatu Widarsa - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 14:20 WIB
Puluhan Warga di Bondowoso Rebut Paksa Jenazah COVID-19 dan Bakar Petinya
Warga bakar peti jenazah COVID-19 (Foto: Istimewa)
Bondowoso -

Warga Bondowoso merebut paksa jenazah COVID-19 yang akan dimakamkan. Polisi pun berjanji akan mengambil langkah tegas, meski nantinya dilakukan humanis.

Tindakan tegas terhadap warga yang merebut paksa jenazah tersebut harus dilakukan. Karena sesuai regulasi yang ada, baik undang-undang maupun regulasi lainnya terkait pandemi memang sudah diatur.

"Kami tetap tegas, menegakkan regulasi. Karena memang untuk masyarakat yang lebih luas," jelas Kapolres Bondowoso, AKBP Herman Priyanto, kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Meskipun, imbuh kapolres, nantinya tindakan tegas itu akan dilakukan dengan cara humanis. Misalnya dengan tetap melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat.

"Intinya, tindakan tetap akan kami lakukan sesuai regulasi. Karena kejadian seperti ini akan menjadi preseden tak baik jika dibiarkan," papar mantan Kasat Shabara Polrestabes Surabaya ini.

Polisi saat ini juga sudah mulai melakukan pengumpulan data, serta akar persoalan yang terjadi. Dari data itu, akan diketahui peran masing-masing orang dalam kejadian itu. Lalu dilakukan penyaringan bobot dan peran masing-masing.

"Beberapa hari ke depan, kami tetap akan bertindak tegas. Meski tidak hari ini. Karena suasana di bawah (lokasi kejadian) memang masih belum memungkinkan. Karena masih suasana duka," imbuh Herman Priyanto.

Sebelumnya, puluhan warga di Bondowoso melakukan aksi perebutan paksa dari jenazah pasien COVID-19. Mereka kemudian membuka peti, memandikan, mensalatkan, lalu memakamkan dengan cara normal. Padahal, jenazah memang merupakan pasien COVID-19.

Tak cuma itu. Warga kemudian mengeluarkan jenazah yang memang terbukti positif COVID-19 tersebut. Lalu memandikan, mensalatkan, dan mengebumikan sendiri, tanpa prokes. Bahkan, mereka juga langsung membakar peti jenazahnya.

Kejadian perebutan paksa tersebut terjadi di Desa Kemirian, Tamanan, Bondowoso, Jumat (16/7/2021), malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pasien meninggal yakni P. Anis (45), warga desa setempat.

Lihat juga Video: Pengelola Krematorium di Semarang Kewalahan Bakar Jenazah Pasien Corona

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)