Paket Sembako Jamin Warga Jombang yang Isoman Tetap di Rumah

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 21:29 WIB
polres jombang
Bhabinkamtibmas dan Babinsa dikerahkan salurkan paket sembako ke warga yang isoman (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Polres Jombang bersama Kodim 0814 juga menggelontorkan bantuan paket sembako ke warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terinfeksi COVID-19. Sedikitnya beras 6 ton disiapkan untuk penyaluran bantuan tersebut.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, beras 6 ton dibagikan ke semua desa di wilayah hukumnya mulai hari ini. Bantuan dibagikan berupa paket sembako yang masing-masing berisi 5 Kg beras, vitamin, mi instan, biskuit, susu, serta hand sanitizer dan masker.

Kali ini, bantuan didistribusikan ke warga terinfeksi Virus Corona yang menjalani isoman di setiap desa. Oleh sebab itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa dikerahkan untuk mengirim bantuan langsung ke rumah sasaran secara door to door.

""Saat ini sasaran bantuan ke PKL yang terdampak PPKM darurat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas kami dorong untuk ke desa-desa mengirimkan bantuan untuk warga yang isolasi mandiri," kata Agung saat memberangkatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa pengirim bantuan di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (16/7/2021).

Setelah menerima bantuan paket sembako, lanjut Agung, warga yang menjalani isoman tidak perlu lagi keluar rumah untuk belanja atau membeli makanan. Sehingga orang-orang tanpa gejala klinis (OTG) itu tidak menularkan Virus Corona ke warga di sekitarnya.

"Ini salah satunya agar yang isolasi mandiri tidak mencari makanan ke luar. Kami pastikan mereka berdiam di rumah mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan dari Dinas Kesehatan," terangnya.

Polres Jombang juga menyalurkan bantuan paket sembako ke warga terdampak PPKM darurat di kota santri. Yaitu ke para tukang becak, sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) dan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di jalan-jalan protokol Kecamatan Jombang.

PPKM darurat membuat penghasilan mereka anjlok karena jalan-jalan tempat mereka biasa mencari nafkah ditutup total setiap pukul 08.00-04.00 WIB.

(iwd/iwd)