Pelaku UMKM di Mojokerto yang Terdampak PPKM Darurat Digelontor Bantuan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 21:11 WIB
polres mojokerto
Polisi dan TNI memberi bantuan kepada pelaku UMKM yang terdampak PPKM darurat (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Polres Mojokerto bersama Kodim 0815 mendistribusikan bantuan ke para pelaku UMKM yang terdampak PPKM darurat. Bantuan berupa sembako dan vitamin itu ternyata sudah dinanti para pedagang kecil karena anjloknya penghasilan membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Bantuan salah satunya disalurkan ke Desa Pakis, Kecamatan Trowulan. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan Dandim 0815 Letkol Inf Beni Asman membagikan bantuan langsung ke rumah-rumah warga untuk mencegah kerumunan masyarakat.

Para pelaku UMKM yang terdampak PPKM darurat menjadi sasaran utama mereka. Mulai dari pemilik warung nasi, toko kelontong hingga penjual jamu keliling. Masing-masing pedagang kecil menerima dua paket sembako dan vitamin.

"Kami bagikan bansos serentak untuk warga yang sangat terdampak pandemi COVID-19 dan juga adanya PPKM darurat. Harapannya bisa mengurangi beban masyarakat. Karena PPKM darurat untuk mengurangi mobilitas masyarakat membuat penghasilan para pelaku UMKM berkurang," kata Dony kepada wartawan di lokasi, Jumat (16/7/2021).

Dony menjelaskan bantuan paket sembako dan vitamin akan disalurkan ke seluruh warga yang terkena dampak ekonomi PPKM darurat di wilayah hukum Polres Mojokerto. Untuk itu, pihaknya menyiapkan beras 53 ton beras. Sedangkan Kodim 0815 menyiapkan beras 51 ton.

"Semua kecamatan akan disasar Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang akan membagikan bantuan secara door to door. Setidaknya bisa mengurangi beban masyarakat yang terdampak PPKM darurat. Sehingga masyarakat bisa tenang untuk mengurangi mobilitas mereka di siang maupun malam hari," terang Dony.

Kapolres dan Dandim 0815 Mojokerto juga memberikan bantuan yang sama ke Mujinah, warga Desa Pakis yang sedang sakit. Nenek 80 tahun itu sudah 20 hari hanya tergolek lemas di ruang tamu rumahnya gara-gara jatuh saat ke kamar mandi. Tetangga dekatnyalah yang selama ini merawatnya karena kini dia hidup sebatang kara.

Bantuan sembako dan vitamin dari TNI-Polri itu ternyata sudah dinanti-nanti para pelaku UMKM. Pandemi COVID-19 ditambah PPKM darurat 3-20 Juli membuat penghasilan mereka anjlok. Kini mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang dialami Ikrom Juanah (43), pemilik toko kelontong di Desa Pakis, Trowulan, Mojokerto. Penghasilannya kini anjlok dari Rp 80-100 ribu per hari menjadi hanya Rp 50 ribu per hari. Penghasilan yang minim itu harus dia pakai bertahan hidup bersama suami dan dua anaknya yang kini menganggur akibat terkena PHK.

"Keuntungan sehari hanya Rp 50 ribu, sebenarnya tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah bantuan ini sangat meringankan kami," ujarnya.

Begitu juga yang dirasakan Sutrisnowati (69), penjual jamu tradisional keliling. PPKM darurat membuatnya tidak bisa berjualan sampai malam. Sebelum magrib dia harus buru-buru pulang karena takut mengayuh sepeda angin sendirian saat lampu penerangan jalan dimatikan.

Praktis hasilnya berjualan jamu mulai pukul 15.00 WIB hanya cukup untuk makan. Karena penghasilannya kini anjlok dari Rp 70 ribu menjadi Rp 40 ribu per hari. "Untuk makan sendiri cukup. Kalau ada kebutuhan mendadak tidak cukup. Makanya bantuan sembako dan vitamin ini sangat membantu saya," tandasnya.

(iwd/iwd)