10 Dokter Diterjunkan Periksa Kesehatan 700 Lebih Hewan Kurban di Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 17:06 WIB
penjual hewan kurban jelang idul adha sambat sepi
Penjual hewan kurban (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya memeriksa hewan kurban di lapak para pedagang. 10 Dokter diterjunkan memeriksa 700-an lebih hewan kurban yang ada si Surabaya.

Pemeriksaan ini untuk mendeteksi kesehatan hewan kurban agar layak disembelih saat Idul Adha. Pemeriksaan itu juga untuk mengetahui adanya virus antraks yang juga sedang mewabah di Jawa Tengah.

Kabid Pertanian DKPP Surabaya, Rahmad Kodariawan mengatakan, pemeriksaan dilakukan sejak Rabu (14/7). Pemeriksaan meliputi antemortem (Sebelum hewan disembelih) pada mata, lidah, hidung hingga kotoran hewan. Dari keseluruhan pemeriksaan hewan tersebut dalam kondisi layak sembelih.

"Jadi pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini yang perlu diperhatikan untuk mendeteksi adanya virus antraks dan alhamdulillah dari hewan ternak yang diperiksa dalam kondisi sehat dan layak sembeli," kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (16/7/2021)

Namun dalam pemeriksaan, pihaknya menemukan sapi dalam kondisi lemas. Sehingga langsung diberikan vitamin untuk menambah imunitas hewan kurban. "Cuma ada sekitar 10 sapi dari pemeriksaan mulai kemarin yang kondisinya lemas dan langsung kami beri vitamin," ujarnya.

Baca juga: Idul Adha Tinggal Menghitung Hari, Penjual Hewan Kurban Sambat Sepi

Rahmad menjelaskan pihaknya tidak memberikan antibiotik pada hewan kurban, karena ditakutkan obat tersebut akan mengendap di tubuh hewan. Sehingga berpengaruh pada proses pengonsumsian hewan kurban.

Sementara sekitar 500 lebih hewan yang sudah diperiksa kesehatannya. Seperti di lapak pedagang kawasan MERR, Rungkut. Pemeriksaan hewan kurban akan terus dilakukan hingga 17 Juli 2021 dan menyasar seluruh wilayah di Surabaya, dengan 10 dokter hewan, 5 tenaga peternakan dibantu dokter dari Dinas Peternakan Provinsi.

"Total saat ini ada 500-an lebih hewan yang kami periksa kesehatannya. Namun pemeriksaan mulai 6-11 Juli di seluruh wilayah di Surabaya ini sudah 605 sapi dan 280 kambing," jelasnya.

Selama PPKM darurat ini, Rahmad mengaku ada penurunan jumlah penjual hewan kurban yang biasanya menempati lahan-lahan kosong di Surabaya.

"Sekarang ada penurunan penjualan mencapai 40%. Mereka banyak yang terimbas adanya penyekatan sehingga penjual saat ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya," tambahnya.

Salah satu pedagang di kawasan MERR Suyitno membenarkan ada penurunan penjualan hewan kurban tahun ini. Padahal kurang dari seminggu Idul Adha, baru 50% yang terjual. "Sangat drastis penurunannya tahun ini. Ditambah dengan PPKM Darurat ini baru 50 persen biasanya hari-hari gini sudah ramai yang membeli," kata Suyitno.

(fat/fat)