Khatib yang Juga Penyintas COVID Ini Serukan Patuh Prokes Lewat Khutbah Jumat

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 14:25 WIB
khatib salat jumat yang serukan taat prokes
Slamet Riyanto, khatib salat jumat yang serukan taat prokes (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Ada yang berbeda dari pelaksanaan salat Jumat di masjid Pacitan ini. Khatib tak hanya menyampaikan ihwal syariah. Pria yang ternyata penyintas COVID-19 itu juga memberikan testimoni di atas mimbar. Dia pun menyerukan agar masyarakat patuh protokol kesehatan.

Suasana di Masjid Nurul Iman di Jalan RO Iskandardinata tampak sepi. Sejak PPKM Darurat, salat Jumat hanya diikuti beberapa orang. Semua jemaah tampak mengenakan masker. Ini selaras dengan imbauan yang tertulis di pintu masuk tempat ibadah itu. Plakat bertuliskan 'Ke Masjid Wajib Pakai Masker'.

Secara umum ibadah Jumat berlangsung seperti biasa. Hal berbeda terjadi saat khutbah berlangsung. Pada bagian pertama, khatib menyampaikan tentang ajaran berkurban. Dia pun merujuk pada kisah Nabi Ibrahim As yang diuji kesabarannya oleh Allah dengan perintah menyembelih putranya.

Namun begitu memasuki khutbah kedua, khatib bernama Slamet Riyanto menambahkan materi tentang COVID-19. Ulama setempat yang menyebut dirinya alumni Corona mengingatkan agar jemaah selalu patuh protokol kesehatan. Tokoh yang juga berprofesi guru itu pun memberi kesaksian tidak nyamannya menderita sakit.

"Kita semua harus saling menjaga. Jika merasakan kurang enak badan sebaiknya berada di rumah saja. Untuk sementara waktu salat juga di rumah," pesannya kepada jemaah yang duduk dengan pengaturan jarak fisik, Jumat (16/7/2021).

Slamet merinci singkatan 3M yang menjadi jargon protokol kesehatan. Yaitu mengenakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. Pesan lainnya agar masyarakat mengurangi mobilitas.

Dalam situasi pandemi, lanjut Slamet semua pihak harus patuh pada kebijakan pemerintah. Khusus bagi yang merasakan gejala sakit disarankan melapor dan memeriksakan diri. Dengan begitu akan diketahui statusnya. Sehingga dapat diambil tindak lanjut yang tepat.

"Imbauan ini penting kami sampaikan agar kita semua memiliki kepedulian. Bukan hanya kepada diri sendiri, namun juga kepada keluarga dan lingkungan," ujar Slamet yang memberi judul khutbahnya 'Pandemi dan Motivasi Keimanan'.

Di akhir khutbahnya, Slamet kembali menggarisbawahi pentingnya protokol kesehatan sebagai bentuk ikhtiar memutus penularan COVID-19. Upaya itu juga harus dibarengi permohonan kepada Allah SWT dalam bentuk doa. Tujuannya agar masyarakat Indonesia diberikan kekuatan melewati cobaan sekaligus pandemi segera berakhir.

"Sebagai penyintas, saya berkewajiban menyampaikan informasi seperti ini. Di banyak kesempatan saya memang selalu menceritakan pengalaman pribadi saya itu," kata Slamet Riyanto kepada detikcom.

(iwd/iwd)