Round-up

Kisah di Balik Pembuangan Bayi Jombang: Asmara Remaja Berujung Kehamilan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 10:31 WIB
Masih ingat dengan mayat bayi yang ditemukan warga di sungai Kecamatan Sumobito, Jombang? Bayi laki-laki itu lahir dari rahim seorang siswi kelas 3 SMP.
Jumpa pers Polres Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Surabaya -

Masih ingat dengan mayat bayi yang ditemukan warga di sungai Kecamatan Sumobito, Jombang? Bayi laki-laki itu lahir dari rahim seorang siswi kelas 3 SMP.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, kasus pembuangan bayi ini terungkap salah satunya karena vaksinasi COVID-19. Yakni seorang gadis berusia 14 tahun menolak divaksin tanpa alasan yang jelas.

"Dia kami mintai keterangan, kemudian diperiksa dokter ternyata ada tanda-tanda habis melahirkan," kata Teguh saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (13/7/2021).

Kepada polisi, siswi kelas 3 SMP negeri di Kecamatan Sumobito, Jombang itu mengaku usai melahirkan pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Ia melahirkan seorang diri di dalam kamar mandi rumah neneknya.

"Setelah bayi lahir, dia masukkan tas plastik. Kemudian dia buang ke sungai sekitar 20 meter di depan rumahnya," ungkap Teguh.

Ia menjelaskan, pelaku melahirkan saat usia kandungannya masih sekitar 5-6 bulan. Gadis asal Kecamatan Sumobito, Jombang ini dihamili kekasihnya.

"Dia tinggal bersama neneknya, kehamilannya ditutupi menggunakan pakaian yang longgar sehingga tak kelihatan perutnya buncit," jelas Teguh.

Selasa (13/7), lanjut Teguh, mayat bayi laki-laki yang dilahirkan dan dibuang pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk diautopsi. Menurut dia, autopsi untuk memastikan penyebab kematian bayi.

"Untuk mengungkap apakah pelaku melakukan aborsi atau menghilangkan nyawa bayi setelah melahirkan," paparnya.

Sampai saat ini gadis 14 tahun itu masih berstatus saksi dalam kasus pembuangan bayi tersebut. "Nanti kami gelar perkara dulu karena pelaku juga korban (persetubuhan sampai hamil), nanti menjadi pertimbangan," imbuh Teguh.

Puncaknya pada Jumat (2/7) malam. Saat itu, air ketuban siswi kelas 3 SMP itu pecah. Padahal, usia kandungannya baru sekitar 5-6 bulan.

Ia terpaksa melahirkan seorang diri di kamar mandi rumah neneknya pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Untuk menutupi aibnya, gadis di bawah umur ini tega membuang bayi laki-laki yang baru saja ia lahirkan ke sungai, sekitar 20 meter di depan rumahnya.

"Apakah dia juga minum obat penggugur kandungan? Masih kami dalami," terang Teguh.

Mayat bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan dua bocah yang sedang bermain di dekat sungai Kecamatan Sumobito, pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Bayi tersebut mengapung di sungai tanpa sehelai benang pun membalut jasadnya. Tali pusar masih menempel pada perut bayi.