Siswi SMP di Jombang Buang Bayi ke Sungai, Kekasih yang Hamili Dibui

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 16:40 WIB
Polisi meringkus kekasih dari siswi kelas 3 SMP di Kecamatan Sumobito, Jombang yang melahirkan dan membuang bayinya ke sungai. Remaja berusia 17 tahun itu mengaku 5 kali menyetubuhi korban hingga hamil.
Kekasih dari siswi kelas 3 SMP di Jombang yang melahirkan dan membuang bayinya ke sungai/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang -

Polisi meringkus kekasih dari siswi kelas 3 SMP di Kecamatan Sumobito, Jombang yang melahirkan dan membuang bayi ke sungai. Remaja berusia 17 tahun itu mengaku 5 kali menyetubuhi korban hingga hamil.

"Pelaku berinisial MNN sudah kami tahan terkait persetubuhan terhadap anak. Sekarang dalam pemeriksaan Bapas (Balai Pemasyarakatan)," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan saat jumpa pers di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (13/7/2021).

Ia menjelaskan, MNN menjalin hubungan asmara dengan korban sejak November 2020. Remaja asal Kecamatan Tembelang, Jombang ini berkenalan dengan gadis berusia 14 tahun tersebut melalui grup WhatsApp Literasi Jowo.

Pada akhir Februari 2021, lanjut Teguh, MNN mengajak korban ke rumahnya. Saat itulah remaja yang baru lulus SMA ini merayu, lalu melakukan persetubuhan terhadap siswi kelas 3 SMP tersebut.

"Sampai Mei 2021 pelaku mengaku 5 kali melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan korban, di rumah pelaku dan di rumah kosong dekat rumah pelaku," terangnya.

Perbuatan MNN mengakibatkan gadis asal Kecamatan Sumobito, Jombang itu berbadan dua. Kini dia ditetapkan sebagai pelaku anak dan harus mendekam di Rutan Polres Jombang.

Ia disangka dengan Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Hukuman penjara paling singkat 5 tahun sudah menantinya.

"Untuk pelaku anak ada perlakuan khusus. Setiap anak yang berhadapan dengan hukum diperiksa Bapas. Nanti ada pertimbangan dari Bapas apakah dilakukan diversi atau pelaku tetap ditahan," terang Teguh.

Siswi kelas 3 SMP itu melahirkan saat usia kandungannya sekitar 5-6 bulan. Gadis berusia 14 tahun ini melahirkan seorang diri di kamar mandi rumah neneknya di Kecamatan Sumobito, Jombang pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 02.00 WIB.

Ia membungkus bayi laki-laki itu dengan kantong plastik, lalu membuangnya ke sungai sekitar 20 meter di depan rumahnya. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan bayi tersebut tewas karena diaborsi atau dibunuh pelaku.

Mayat bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan dua bocah yang sedang bermain di dekat sungai Kecamatan Sumobito, pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Bayi tersebut mengapung di sungai tanpa sehelai benang pun membalut jasadnya. Tali pusar masih menempel pada perut bayi.

(sun/bdh)