Inspiratif, Mahasiswa UB Ciptakan Smart CCTV Deteksi Pelanggar Prokes

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 15:05 WIB
Mahasiswa UB Ciptakan Smart CCTV Deteksi Pelanggar Prokes
Foto: Tangkapan Layar
Malang -

Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi mendeteksi pelanggar protokol kesehatan. Mereka membuat inovasi 'Smart Mapping System for The Potential Spread of COVID-19 via CCTV on The Road Based on Computer Vision and Artificial Intelligence, Integrateed with Vehicle Number Data'.

Kelima mahasiswa itu adalah Alfian Fitrayansyah, Affan Affandi, Akmal Adnan Attamami, Muchammad Nasyruddin Hakim, dan Muhammad Lutfi Ardiansyah, di bawah bimbingan Raden Arief Setyawan, ST., MT.

Pembuatan CCTV tersebut berawal dari keresahan tim melihat banyaknya kasus COVID-19 yang semakin meningkat. Sedangkan kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan aturan PPKM dan PSBB dalam penggunaan masker masih kurang.

Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan teknologi CCTV, inovasi tersebut diyakini dapat membantu dalam penanganan kasus penyebaran COVID-19 dengan menangkap wajah dan plat nomor pengemudi sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan.

"Hasil foto plat nomor pelanggar tersebut dapat digunakan untuk melacak identitas pelanggar melalui data kepemilikan plat nomor. Setelah didapat identitas pelanggar, lalu data disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut," kata salah satu anggota tim Nasyruddin Hakim kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Menurut Nasyruddin, untuk proses selanjutnya adalah pemetaan alamat pada identitas yang di dapat sebagai daerah yang berpotensi COVID-19. Karena salah satu masyarakatnya tidak mematuhi protokol kesehatan saat di jalan.

"Setelah dipetakan daerah yang berpotensi COVID-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut, seperti melakukan sosialisasi, atau bahkan memberi sanksi terhadap pelanggarnya," bebernya.

Solusi ini, lanjut Nasyrudin, dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan tanpa menunggu data tingginya daerah yang terkena kasus COVID-19.

Dengan memetakan persebaran daerah berpotensi terkena COVID-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif sebelum kasusnya meningkat. Sehingga dapat melakukan penyuluhan serta memberikan sanksi tegas di daerah tersebut.

Setelah melalui berbagai seleksi berkas dan presentasi di hadapan juri, Smart COVID-19 berhasil mendapatkan Gold Medal Awards di ajang International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021 yang diikuti oleh sekitar 157 tim dari 15 Negara. Selain itu mereka juga mendapat Special Awards dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA).

"Saya berharap dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat berdampak meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan dapat mencegah secara dini persebaran COVID-19," ujar Alfian Fitrayansyah terpisah.

(fat/fat)