Pemkab Blitar Siapkan 254 Pemantau Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemkab Blitar Siapkan 254 Pemantau Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 11:59 WIB
Menjelang Idul Adha 1442 Hijriah, 254 petugas pemantau hewan kurban telah disiapkan Pemkab Blitar. Mereka menjalankan tugas pada 19-23 Juli mendatang.
Pemkab Blitar menyiapkan pemantau hewan kurban/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar - Menjelang Idul Adha 1442 Hijriah, 254 petugas pemantau hewan kurban telah disiapkan Pemkab Blitar. Mereka menjalankan tugas pada 19-23 Juli mendatang.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Blitar Adi Andaka memaparkan, 254 petugas itu terdiri dari 45 dokter hewan, 67 petugas paramedis dan veteriner serta 140 relawan. Relawan ini berasal dari takmir masjid, ormas Islam dan kalangan akademisi.

"Kami tempatkan satu desa satu petugas pemantau. Dan enam petugas di tiga RPH, yakni di Srengat, Wlingi dan Kademangan," jelas Adi saat dihubungi detikcom, Selasa (13/7/2021).

Petugas akan tersebar di pasar hewan, lokasi penjualan hewan kurban dan beberapa masjid yang sudah menyiapkan hewan kurban pada 19 Juli. Pada hari itu, petugas akan melakukan pemantauan ante mortem atau kondisi fisik luar hewan yang akan dijadikan kurban. Sedangkan pemeriksaan post mortem akan dilakukan pascapenyembelihan hewan kurban sebelum didistribusikan kepada warga. Yakni sejak 20-23 Juli.

"Selain memastikan semua hewan kurban ASUH (aman, sehat, utuh dan halal), kami juga meningkatkan kewaspadaan temuan penyakit antraks di Tulungagung," imbuhnya.

Adi juga telah mengirimkan Surat Edaran Nomor 524/784/409.115.2/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Selama Pandemi COVID-19. Di antara petunjuk itu, proses penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilakukan di RPH terdekat. Selain gratis, RPH memberi waktu sejak tanggal 20-23 untuk penyembelihan hewan kurban.

"Kalau memungkinkan sebaiknya di RPH. Jika melihat tahun lalu, ada sebanyak 1.400 lebih sapi dan 16 ribu kambing, memang tidak memungkinkan jika semua di RPH. Makanya solusinya, kami tempatkan petugas dan prokes COVID-19 harus disiplin dijalankan," imbuh Adi.

Di antara aturan tersebut, semua petugas wajib memakai masker. Lokasi penyembelihan wajib menyediakan sarana air bersih mengalir. Dan pendistribusian daging hewan kurban sebaiknya langsung diantar ke rumah-rumah warga untuk menghindari kerumunan.

Simak juga Video: PPKM Darurat, Pasokan Hewan Kurban ke Purwakarta Terkendala Penyekatan

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)