Kasus Antraks di Tulungagung Tak Berdampak pada Penjualan Hewan Kurban

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 09:14 WIB
Sebuah video sejoli ciuman di Telaga Ngebel Ponorogo viral di media sosial. Satpol PP hingga polisi turun tangan dalam kasus tersebut.
Sapi di Pasar Hewan Tulungagung/Foto: Adhar Muttaqin/detikcom
Tulungagung -

Menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban di Tulungagung mulai menggeliat. Temuan kasus antraks di Kecamatan Pagerwojo dinilai tidak terlalu berpengaruh.

Salah seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Tulungagung, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Jito mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir harga hewan kurban rata-rata mengalami kenaikan 15 persen, dibanding dengan hari biasa.

"Sekarang alhamdulillah mulai ramai. Sebelumnya itu harga seekor sapi mulai Rp 17 juta, sekarang naik menjadi Rp 20 juta," kata Jito, Jumat (11/6/2021).

Pedagang asli Ngadiluwih, Kediri ini mengatakan, kenaikan harga sapi tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan masyarakat, menjelang Hari Raya Kurban.

"Setiap mau Idul Adha pasti naik," imbuhnya.

Jito menambahkan, jumlah peminat hewan kurban saat ini juga mulai mengalami lonjakan. Namun kondisinya hampir sama dengan Lebaran Kurban tahun lalu.

"Iya, naik juga permintaannya," jelasnya.

Terkait temuan kasus antraks di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, menurut Jito tidak terlalu berdampak pada penjualan hewan kurban. Kasus antraks tersebut dinilai berpengaruh terhadap penjualan sapi yang masih belum dewasa.

"Kalau sapi yang sudah siap untuk kurban tidak masalah. Pengaruhnya itu justru ke sapi kecil atau sapi yang belum dewasa," jelasnya.

(sun/bdh)