Awak Bus Tak Punya Surat Vaksin-Swab Antigen Dilarang Beroperasi di Bungurasih

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 20:45 WIB
Kasubdit Dalops Hubdat S Ajie di Terminal Purabaya bungurasih
Kasubdit Dalops Hubdat S Ajie di Terminal Purabaya (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Kemenhub RI menemukan banyak sopir bus AKAP di Terminal Purabaya-Bungurasih belum divaksin. Tak hanya itu, mereka juga belum dilengkapi surat bebas COVID-19 seperti swb antigen.

Hal ini pun didapati saat tim Dalops Hubdat pusat ke Terminal Purabaya-Bungurasih. Kasubdit Dalops Hubdat Ajie Panatagama melakukan sidak di Terminal terbesar di Surabaya, Minggu (11/7/2021). Hadir pula Kepala BPTD wil XI Prov Jatim Toni Agus, Kasubdit Wasdal Tunjung Iswandaru, Kasubdit Sapras Dishub Kota Surabaya, Kapolpos Terminal Aipda Sultiyono dan Kepala Terminal Imam Hidayat.

"Fakta yang ditemukan, mayoritas awak kendaraan bus AKAP yang beroperasi menurun dan naikkan penumpang tidak dapat menunjukkan kartu vaksin tahap 1 dan hasil antigen sesuai dengan SE Satgas no 14 tahun 2021 dan SE Menteri Perhubungan no. 43 dan 49 tahun 2021," kata Kasubdit Dalops Hubdat S Ajie di Terminal Purabaya, Minggu (11/7/2021).

Oleh karena itu, pihaknya meminta untuk semua sopir dan awak bus segera vaksin dan swab antigen. Hal ini dilakukan, guna mengantisipasi tingginya angka kasus COVID-19 saat ini.

"Kami menginstruksikan sopir dan awak bus yang tidak dilengkapi vaksin 1 dan rapid test antigen tidak diperbolehkan beroperasi masuk terminal," pesannya.

Baca juga: Warga Jatim Diimbau Tak Gelar Tradisi Toron Idul Adha

Ajie mengingatkan, agar seluruh petugas dan aparat terminal terus memperketat proses penyekatan dan bertindak tegas. Hal tersebut dilakukan sampai jangka waktu yang telah ditetapkan dalam surat edaran. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat sama-sama mematuhi protokol kesehatan dalam PPKM Darurat. Terlebih dalam situasi darurat seperti ini.

"Mari kita sama-sama untuk menahan diri untuk menunda perjalanan hingga situasi kembali normal. Semua ini demi kepentingan kita bersama" pesannya.

Sementara Kapolpos Terminal Aipda Sultiyono mengatakan, di Surabaya sendiri sudah over capacity untuk menampung pasien COVID-19. Adapun penderita Corona terdeteksi dari titik-titik kegiatan, salah satunya adalah terminal.

"Langkah yang ditempuh kasubdit dalops dinilai cukup efektif karena seketika saat diberikan instruksi tersebut kepada seluruh petugas dan aparat terminal, terlihat kosong dari line antrean," pungkasnya.

(fat/fat)