Pesan PPKM Darurat Sampai ke Warga, Mobilitas di Jalan-jalan Surabaya Turun

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 12:54 WIB
Penyekatan di pintu masuk Surabaya di check point Bundara Waru tetap di jaga ketat oleh petugas gabungan meski Weekend. Kendaraan yang mentas di Bundaran Waru pun lenggang.
Penyekatan di Bundaran Waru/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya -

Pesan PPKM Darurat dirasa sudah sampai ke warga. Sehingga mobilitas warga terutama di jalan-jalan Kota Surabaya mulai turun.

Pantauan detikcom, petugas gabungan dari TNI/Polri bersama Dishub Kota Surabaya terus melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang akan masuk. Kendaraan yang boleh masuk yakni tenaga kesehatan, ambulans, logistik dan juga aparat keamanan.

"Tentunya selama penutupan ini, pantauan ruas jalan yang lain pun kita lakukan. Baik penyekatan maupun penutupan. Khususnya di jalan protokol mengalami penurunan (volume kendaraan)," kata Teddy kepada detikcom, Sabtu (10/7/2021).

Teddy menambahkan, selama 7 hari PPKM Darurat, mobilitas atau aktivitas warga di jalan terpantau menurun. Menurutnya itu karena pesan PPKM Darurat sudah sampai ke masyarakat.

"Karena tentunya ini, pesannya sudah sampai ke masyarakat. Bahwasanya ini dalam rangka PPKM Darurat untuk aktivitas, mobilitas memang kita tekan pengetatan. Sehingga dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," ungkap Teddy.

Teddy juga menegaskan, pengecekan dan penyekatan kendaraan yang akan masuk ke Surabaya tetap diperketat meski akhir pekan. "Tetap. Seperti kita jumpai, sepeda juga kita imbau tadi, untuk saat ini bisa beralih ke olahraga yang lain. Mengingat saat ini sedang PPKM Darurat. Dan tetap selama PPKM Darurat, khususnya pengendalian mobilitas di ruas jalan tetap kita lakukan selama 24 jam dan dilaksanakan dengan kekat," lanjut Teddy.

Lalu ada tiga jalan yang ditetapkan sebagai kawasan physical distancing sejak dua hari lalu. Yakni Jalan Kertajaya, Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Jemur Andayani. Penutupan dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

"Tetap untuk di Karang Pilang (Jalan Mastrip) mulai Jembatan Baru dan Merr kita melakukan tutup dan jaga di sana. Berlaku sama seperti di pos pengendalian yang lain," pungkas Teddy.

(sun/bdh)