Saat Nakes Blitar Menyebut Diri Sebagai Kaum Umbi-umbian

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 11:38 WIB
Hari ini nakes di Blitar mem-posting status yang sama di WhatsApp. Posting-an itu dibuat untuk membangkitkan semangat nakes dalam menangani pasien COVID-19.
Hari ini nakes di Blitar mem-posting status yang sama di WhatsApp/Foto: Tangkapan Layar
Blitar -

Hari ini nakes di Blitar mem-posting status yang sama di WhatsApp. Posting-an itu dibuat untuk membangkitkan semangat nakes dalam menangani pasien COVID-19.

Seperti yang tampak di status WhatsApp Kabid Yankes Dinkes Pemkab Blitar, Christine Indrawaty. Berikut isi posting-annya:

Agar covid tidak menyebar, seluruh masyarakat dihimbau tetap berdiam diri dan beraktivitas di dalam rumah. Akan tetapi tenaga kesehatan harus tetap bekerja seperti biasa.

Dari pernyataan diatas, bisa menyimpulkan bahwa:
a. Nakes memiliki anti virus COVID-19
b. Virus COVID-19 tidak akan menginfeksi nakes
c. Nakes bukan termasuk golongan orang
d. Nakes bisa hidup kembali ketika mati
e. Nakes masuk dalam jenis umbi-umbian.

Selamat pagi kaum umbi-umbian, tetaplah bermanfaat walau tak terlihat. Daripada terlihat tapi tidak bermanfaat.

"Semua nakes Kabupaten Blitar pasang status yang sama hari ini. Untuk membangkitkan semangat kembali karena sempat down kemarin," kata Christine kepada detikcom, Sabtu (10/7/2021).

Lonjakan kasus COVID-19 terjadi di Blitar. Otomatis, ini menambah beban kerja nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien Corona. Belum lagi target vaksinasi massal sebanyak 2.502 warga per hari.

Budayawan Henri Nurcahyo menilai, posting-an itu sebagai upaya memompa semangat nakes. Selain itu, ada pesan moral yang sangat dalam ingin mereka sampaikan kepada masyarakat. Bahwa dalam penanganan pandemi ini, masing-masing punya peran dan tugas sendiri di masyarakat.

Ia menjelaskan, ada jubir yang selalu tampak dan muncul dalam berbagai platform media. Ada penentu kebijakan, ada bagian yang mendisiplinkan penegakan prokes dan ada yang menangani langsung warga yang terinfeksi COVID-19.

"Benar itu untuk menyemangati profesi mereka. Nakes itu seperti umbi, tidak tampak di permukaan, namun sangat penting perannya bagi keberlangsungan hidup tumbuhan tersebut," papar Henri.

Menurut Henri, posisi nakes di balik ruang isolasi dan tebalnya dinding rumah sakit rujukan penanganan COVID-19. Tidak pernah tampak dan terpublikasi di media massa atau pun media sosial. Namun mereka bekerja untuk menyembuhkan dan menyehatkan kembali masyarakat yang terpapar.

"Ini sekaligus mengedukasi masyarakat ya, bahwa semua elemen punya peran penting dalam penanganan pandemi. Namun nakes, berada di garda terdepan penanganan warga yang terinfeksi virus Corona ini," pungkasnya.

(sun/bdh)