Di Sidoarjo, Panglima TNI-Kapolri Jelaskan Pentingnya PPKM Darurat-Vaksinasi

Suparno - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 20:52 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau posko PPKM Darurat di Balai Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Panglima TNI bersama Kapolri meninjau posko PPKM Darurat di Balai Desa Sawotratap, Sidoarjo/Foto: Suparno
Sidoarjo -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau posko PPKM Darurat di Balai Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.

Rombongan sampai di lokasi bersama Forkopimda Jawa Timur dan disambut Forkopimda Sidoarjo. Di lokasi, mereka mensosialisasikan pentingnya PPKM Darurat dan vaksinasi COVID-19.

Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, inti dari dua kebijakan tersebut untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga dinilai perlu ada langkah yang besar terkait hal tersebut.

"Salah satunya kami melaksanakan PPKM Darurat. Ada tiga hal penting dalam pelaksanaannya. Yaitu pengaturan pembatasan mobilitas masyarakat, penguatan kegiatan PPKM Mikro dan vaksinasi," kata Hadi di Balai Desa Sawotratap, Jumat (9/7/2021).

Panglima TNI juga meminta sinergitas tiga pilar diperkuat. Mulai tingkat provinsi hingga tingkat desa. Terutama dalam memperketat pembatasan mobilitas warga selama PPKM Darurat. Serta pengawasan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri.

"Jadi perhatikan pemberian bantuan logistik bagi warga yang isolasi itu, dan lakukan tracing untuk wilayah yang warganya ada yang terkonfirmasi COVID-19," jelasnya.

Sementara Kapolri meminta testing, tracing dan treatment (3T) dapat terus dilakukan. Tiga hal tersebut sebagai upaya mempercepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Sidoarjo.

"Di samping itu juga terus memasifkan operasi yustisi agar masyarakat tidak lengah dalam mematuhi disiplin protokol kesehatan (prokes) 5M," ujarnya.

Kepala Desa Sawotratap, Sanuri mengatakan, wilayahnya terdiri dari 11 RW dan 60 RT. Jumlah penduduknya mencapai 11.500 jiwa. Sementara kasus COVID-19 sebanyak 81. Sedangkan tingkat kesembuhan hingga 6 Juli 2021 mencapai 24.

"Kematiannya 4 kasus dan kasus aktif 53. Kami bertekat dalam seminggu ke depan warga kami yang terpapar harus sembuh semuanya," pungkas Sanuri.

Simak video 'Vaksin Sinovac Terbukti 87,5% Cegah Kasus COVID-19 Rawat Inap':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)