Angka Kematian Harian COVID-19 Banyuwangi Tertinggi di Jatim

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 20:14 WIB
kasus kematian covid-19 di banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Dalam 24 jam, tercatat 20 pasien meninggal dunia akibat COVID-19. Kasus angka kematian harian ini tercatat sebagai tertinggi dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Jubir Satgas COVID-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono, membenarkan lonjakan kasus kematian harian selama 2 hari ini mencapai angka dua digit. Kamis 8 Juli 2021, terdapat 17 pasien COVID-19 yang meninggal dunia. Dan pada hari ini, Jumat (9/7/2021) tercatat 20 pasien meninggal dunia.

"Iya (tertinggi sejak pandemi). Kasus kematian paling banyak selama pandemi," kata Widji Lestariono kepada wartawan.

Banyuwangi juga menyumbang jumlah pasien terkonfirmasi baru juga menjadi yang tertinggi di Jatim. Per hari ini tercatat ada tambahan 219 pasien baru yang terpapar COVID-19. Sementara pasien sembuh baru tercatat sebanyak 120 orang.

"Angka konfirmasi baru juga meningkat signifikan," katanya.

Lonjakan kasus beberapa minggu terakhir membuat ruang perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan penuh. Meski kapasitas bed sudah ditambah, namun pasien terus berdatangan.

Satgas COVID-19 memang berencana menambah jumlah rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi ledakan kasus yang lebih masif. Namun, jika hal ini tidak diimbangi dengan penegakan protokol kesehatan, maka pandemi ini akan sulit berakhir.

Di sisi lain, Satgas COVID-19 ternyata tidak mampu menjangkau seluruh wilayah di Banyuwangi. Akibatnya, masih banyak masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pinggiran belum menjalankan prokes dengan baik.

"Satgas tidak mampu menjangkau seluruh wilayah Banyuwangi. Sehingga pengawasan dan pengendalian protokol kesehatan juga tidak maksimal," imbuhnya.

Untuk itulah, Rio meminta masyakarat agar secara sadar mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan selama PPKM Darurat. Apalagi, Banyuwangi saat ini sudah berstatus zona merah COVID-19.

"Penerapan PPKM Darurat secara ketat. Pembatasan-pembatasan kegiatan secara konsisten dan percepatan vaksinasi," imbuhnya.

(fat/fat)