Degan Ijo Dipercaya Perkuat Imun Harganya Naik, Tapi Ada yang Borong 15 Biji

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 19:02 WIB
degan ijo
Pedagang degan ijo di Menur (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Pedagang kelapa muda (degan) di kawasan Menur, Surabaya beberapa hari ini tidak pernah sepi pembeli. Warga memburu degan ijo yang belakangan diyakini bisa menjaga imunitas tubuh.

Salah satu pedagang degan, Lukman Hidayat mengakui beberapa hari terakhir memang banyak orang yang mencari degan ijo. Saking banyaknya yang mencari degan ijo, ia sampai merasa kewalahan.

"Banyak yang cari degan ijo mulai dua minggu terakhir," ujar Lukman kepada detikcom, Jumat (9/7/2021).

Lukman mengatakan biasanya ia menyediakan sekitar 500 degan ijo untuk stok selama 2 hingga 3 hari. Namun, akhir-akhir ini 500 biji degan ijo habis dalam waktu satu hari.

"Sebelum (adanya COVID-19) yang baru ini. Satu pikap itu buat tiga hari. Satu pikap itu sekitaran 500 biji. Tapi mulai dua minggu kemarin, satu pikap itu buat satu hari, 500 biji buat satu hari," ungkap Lukman.

degan ijoFoto: Deny Prastyo Utomo

Meski ada kenaikan harga, namun itu tak membuat pembeli menawar bahkan mundur. Mereka tetap memborong degan ijo meski harganya naik cukup banyak. Untuk satu degan ijo, Lukman menjualnya seharga Rp 35 ribu.

"Perbijinya Rp 35 ribu. Sebelumnya Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Tapi semenjak COVID-19 ini, dari Lumajang sudah naik di sini juga iku naik. Kalau degan biasa Rp 15 ribu," kata Lukman.

Pembeli yang datang pun tak hanya membeli satu atau dua biji, pasti lebih dari itu. Bahkan ada pembeli yang pernah memborong 15 biji.

"Iya ada, itu yang borong itu biasanya buat kantor 10 sampai 15 itu buat kantor. Kalau perorangan itu paling banyak dua, tiga," kata Lukman.

Diakui Lukman, pembeli degan ijo di lapaknya tidak hanya datang dari Surabaya saja, melainkan dari daerah lain juga seperti Gresik dan Sidoarjo.

"Ada dari daerah luar kota, Sidoarjo, Gresik. Soalnya barangnya kosong, terus ke Surabaya," ungkap Lukman.

Salah satu opembeli, Nurul, warga Mulyorejo, Surabaya, mengatakan ia membeli degan ijo karena tengah hamil muda. Nurul mengatakan sudah mencari degan ijo ke tempat lain namun tidak ada sehingga ia mencari di lapak Lukman di Menur.

"Iya buat jaga-jaga stamina saja. Kebetulan saya lagi hamil. Dari Karang Menjangan terus ke sini tapi belum dapat, kehabisan" ungkap Nurul.

Hal sama dialami Anang (39) warga Tanjungsari yang mengaku awalnya ingin mencari degan ijo. Namun karena sudah habis, ia pun akhirnya membeli degan biasa untuk diminum di lokasi.

"Iya (cari degan ijo). Degan ijo gawe obat (degan ijo buat obat). Degan biasa sama (dibeli). Katanya orang-orang degan biasa sama saja," kata Anang.

Tonton video 'Asupan Gizi yang Perlu Diperhatikan Saat Terpapar Virus Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)