Dipercaya Perkuat Imun, Degan Ijo di Surabaya Laris Manis: 500 Biji Habis Sehari

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 18:10 WIB
degan ijo
Degan ijo laris manis diserbu warga Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Susu 'beruang' laris manis saat pandemi COVID-19 makin mewabah. Warga beranggapan susu tersebut bisa memperkuat imunitas tubuh. Namun keberadaan susu tersebut sekarang sulit didapatkan karena diserbu masyarakat.

Selain susu, warga juga mempercayai jika kelapa muda (degan) ijo juga mempunyai khasiat yang tak kalah dengan susu 'beruang', sama-sama memperkuat imun tubuh. Kepercayaan itu juga membuat degan ijo laris.

Di Surabaya, degan ijo cukup sulit didapatkan. Bukannya tak ada, tetapi stok yang ada cepat habis diburu masyarakat. Pedagang degan ijo di Menur membuktikannya.

Salah satu pedagang degan ijo di Menur, Lukman Hidayat, mengatakan akhir-akhir ini banyak permintaan degan ijo. Menurut Lukmam, pembeli meyakini degan ijo bisa menjaga imunitas tubuh selama pandemi.

degan ijoFoto: Deny Prastyo Utomo

"Itu katanya buat jaga imun tubuh, iya selama COVID-19 ini," kata Lukman kepada detikcom, Jumat (9/7/2021).

Lukman mengatakan dalam dua pekan terakhir, banyak pembeli yang menyerbu lapaknya. Mereka sama-sama mencari degan ijo. Mereka meyakini degan ijo lebih baik untuk imun tubuh dari pada degan biasa.

"Dicari mulai dua minggu terakhir," ujar Lukman.

Lukman menceritakan ia biasanya meyediakan sekitar 500 degan ijo untuk stok selama 2 hingga 3 hari. Namun, stok sebanyak itu saat ini bisa habis hanya dalam waktu satu hari saja. Lukman mengaku mendapatkan pasokan degan ijo dari Lumajang.

"Sebelum (adanya COVID-19) varian yang baru ini. Satu pikap itu buat tiga hari. Satu pikap itu sekitaran 500 biji. Tapi mulai dua minggu kemarin satu pikap itu buat satu hari, 500 biji buat satu hari," ungkap Lukman.

Di kawasan Menur yang dikenal sebagai kawasan degan, hanya lapak Lukman yang menyediakan syok degan ijo cukup banyak. Sementara lapak lain hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak punya stok degan ijo. Mereka hanya memiliki stok degan biasa.

Hendy, salah satu pedagang degan, mengakui stoknya degan ijo miliknya tak banyak. Beberapa pedagang degan lain juga kehabisa stok degan ijo dalam beberapa hari terakhir karena serbuan pembeli.

"Beberapa terakhir banyak yang mencari degan ijo. Tapi stok saya terbatas," kata Hendy.

(iwd/iwd)