Pria di Blitar Tewas Gantung Diri, Istrinya Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kamar

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 16:59 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Blitar -

Pria di Blitar tewas gantung diri di pohon rambutan. Sementara istrinya ditemukan tak bernyawa dalam kamar yang terkunci.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela menjelaskan, awalnya ada laporan dari warga sekitar.

Pria yang tewas gantung diri yakni Z (38), warga Candi, Sidoarjo. Sementara istrinya yakni SA (32). Z diketahui baru dua hari lalu, Rabu (7/7) pulang ke rumah mertuanya di Kecamatan Gandusari.

Sekitar pukul 07.30 WIB, seorang tetangga yang menjemur pakaian di belakang rumahnya melihat Z tergantung di pohon rambutan. Saksi kemudian memberitahu warga lain dan meneruskan laporan ini ke polisi.

"Kami ke lokasi kejadian. Dan memang benar jasad pria tergantung di pohon memakai kain semacam sarung. Cukup tinggi pohonnya, sekitar empat meter. Kondisinya telah meninggal dunia," kata Leo saat dihubungi detikcom, Jumat (9/7/2021).

Ketika jasad Z diturunkan, tim medis langsung memeriksa kondisi luar fisiknya. Dari ciri-ciri timbulnya lebam di pangkal leher, dugaan kuat Z meninggal karena gantung diri.

"Selain luka di pangkal leher, kami juga temukan luka sayatan di pergelangan tangan kiri. Diduga itu sayatan cutter. Dan cutter-nya kami temukan di dapur rumah itu," imbuh Leo.

Jasad Z kemudian digotong masuk ke dalam rumahnya. Keluarga mencari keberadaan sang istri. Namun kamar mereka terkunci. Beberapa anggota keluarga memutuskan mendobrak pintu kamar untuk memastikan kondisi SA.

"Begitu pintu kamar terbuka, kami menemukan tubuh si istri tertutup kain seperti korden. Tanpa busana, karena baju dan pakaian dalamnya tergeletak di samping tubuhnya. Dan kondisinya telah meninggal dunia," ungkap Leo.

Tim medis pun bergegas memeriksa jasad SA. Polisi menemukan luka lebam di bagian dada dan hidung SA. Untuk memastikan penyebab kematian pasutri ini, kedua jenazah dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk diautopsi.

Satreskrim Polres Blitar melakukan olah tempat kejadian perkara. "Dalam olah TKP, kami menemukan kunci kamar tidur, lokasi ditemukannya jasad si istri, ada di kantong celana si suami yang gantung diri," papar Leo.

Lihat juga video 'Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Pasar':

[Gambas:Video 20detik]



Menurut keterangan keluarganya, Z merupakan suami kedua SA. Selama dua tahun terakhir, pasutri ini tinggal di Candi, Sidoarjo. Baru Rabu (7/7) pasutri ini pulang ke rumah ibu SA untuk mencari pengobatan alternatif bagi SA.

"Jadi keterangan keluarganya, SA ini seperti depresi. Suka teriak-teriak, bahkan maaf sampai buka baju. Tapi dalam kondisi tertentu bisa diajak komunikasi. Seperti Schizofrenia atau gangguan jiwa lainnya, tapi belum pernah berobat medis ke ahli jiwa," ungkapnya.

Kepada keluarga mereka, baik yang di Blitar maupun Sidoarjo, lanjut Leo, SA kerap mengeluhkan sikap Z yang suka berjudi dan mabuk minuman keras.

Menurut Leo, dari temuan awal jasad Z yang gantung diri, kemudian jasad SA yang ditemukan tewas dalam kamar yang terkunci, kuat dugaan sang suami menghabisi istrinya terlebih dahulu, kemudian mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

"Kami fokus pada penyebab pasti kematian pasutri ini. Makanya kita tunggu bagaimana hasil autopsi kedua jenazahnya ya," pungkas Leo.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(sun/bdh)