Peran Gerindra Jatim Layani Masyarakat di Tengah PPKM Darurat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 00:11 WIB
Aktivitas sosial di luar sektor esensial dibatasi selama PPKM Darurat. Beberapa aktivitas perkantoran dan industri dihentikan dan juga ada pembatasan jam malam.
Aksi 'Kamisan' kedua secara virtual/Foto: Istimewa
Surabaya -

Aktivitas sosial di luar sektor esensial dibatasi selama PPKM Darurat. Beberapa aktivitas perkantoran dan industri dihentikan dan juga ada pembatasan jam malam.

Kebijakan PPKM Darurat terus berjalan. Namun menuai pro dan kontra karena tidak dibarengi dengan kompensasi kepada masyarakat yang dirumahkan.

"Watak Bangsa Indonesia yang tepo sliro ini mari kita tunjukkan dengan melakukan bhakti sosial," ujar Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad dalam aksi 'Kamisan' kedua secara virtual, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, di Jawa timur masih banyak yang menggantungkan upah harian dalam pekerjaannya. Sehingga dampak dari pemberhentian kerja ini sangat berpengaruh pada ekonomi mereka.

Di lain sisi, Sadad juga telah berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi, namun hasilnya nihil. "Meski dalam Inmendagri itu harus dilakukan percepatan bantuan sosial, tapi nyatanya kan kita nggak tau. Mungkin pemerintahan 'sudah kehabisan amunisi'," imbuh Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh kader Partai Gerindra di Jawa Timur untuk berkantor di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, untuk bisa lebih dekat dengan masyarakatnya.

"Karena masyarakat sudah memilih kita untuk menjadi pemimpin. Saya kira saat ini mereka juga telah menunggu kita," kata Sadad.

Selain itu, Sadad juga menginstruksikan kepada anggota DPRD dari Fraksi Gerindra untuk berjuang mengadakan aksi bhakti sosial, di tengah kebutuhan pangan masyarakat saat ini.

"Merumahkan orang tanpa memberikan kompensasi bantuan sosial itu kan mustahil. Kenapa? Karena bagi kepala rumah tangga keluar rumah itu merupakan keharusan, karena tanggung jawab untuk mencari nafkah. Dan demi mencari nafkah itu mereka rela untuk bertarung mempertaruhkan nyawa, keluar dari rumah menghadapi risiko tertular varian terganas dari COVID-19," jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat di Jatim untuk mulai berdamai dengan keadaan, dan bersabar di tengah kebijakan PPKM Darurat, dengan tidak keluar rumah dan menjaga prokes secara ketat.

Aksi 'Kamisan' yang dipandu oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi itu, juga menghadirkan dua tokoh penting di Jatim. Di antaranya Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan M Rusdi Sutejo.