Pelanggar Prokes Selama PPKM Darurat di Surabaya Sidang dan Sanksi di Tempat

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 16:59 WIB
pelanggar prokes di surabaya sidang di tempat
Pelanggar prokes di Surabaya sidang di tempat (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Pelanggar protokol kesehatan di Surabaya dikenakan sidang di tempat. Puluhan orang pelanggar terjaring.

Operasi yustisi PPKM Darurat yang digelar di Jalan Demak tersebut diikuti mulai dari Polres Pelabuhan Perak, Kejari Tanjung Perak, Kodim 0830 Surabaya Utara, Satpol PP Kota Surabaya. Sebanyak 10 orang terjaring melanggar prokes dan tiga orang tidak membawa identitas.

"Mereka langsung dilakukan tindakan di tempat dan perkaranya langsung disidangkan secara virtual oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, Rabu (7/6/2021).

Ganis mengatakan sedangkan tiga orang yang tidak membawa identitas dikenakan saksi administratif dan sanksi sosial. Sedangkan 10 orang yang melanggar prokes dikenakan denda.

"Kalau yang prokes sanksinya denda, sedangkan yang tidak membawa KTP hanya kita sanksi administrasi saja dan sanksi sosial, mereka diminta push up sebanyak 20 kali," lanjut Ganis.

Sementara itu, Kajari Tanjung Perak I Ketut Kasna Dedi mengatakan para pelanggar prokes ini dijatuhi sanksi denda sebesar Rp 20 ribu.

"Setelah diputuskan oleh Pengadilan secara verstek, denda dibayar di kantor kejaksaan dan sekaligus pengambilan barang bukti KTP yang disita," kata Kasna.

Kasna menyampaikan Para pelanggar prokes tersebut, dianggap melanggar Pasal 46 jo. Pasal 40B ayat (1) huruf a (utk pelanggaran PPKM / huruf b (utk pelanggaran protokol kesehatan) Perda Kota Surabaya No. 2 Tahun 2020 jo. Perda No.2 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum.

Kasna juga mengimbau selama masa pandemi COVID-19 ini, agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan demi kepentingan bersama.

"Kami mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi prokes. Semua demi kepentingan bersama, terutama keluarga yang di rumah. Kalau memang tidak ada urusan yang mendesak, lebih baik di rumah saja. Tapi kalau mendesak, jangan lupa memakai masker," tandas Kasna.

(iwd/iwd)