Pengusaha Jatim Sebut Permintaan Oksigen untuk Medis Naik 100 Persen

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 21:15 WIB
Kasus COVID-19 di Jawa Timur melonjak dalam sebulan terakhir. Saat ini, kasus COVID-19 aktif di Jatim mencapai 11.186.
Tabung oksigen/Foto: Faiq Azmi/detikcom
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Jawa Timur melonjak dalam sebulan terakhir. Saat ini, kasus COVID-19 aktif di Jatim mencapai 11.186.

Salah seorang pengusaha oksigen di Kota Surabaya yakni Bambang Suharto mengatakan, permintaan oksigen di Jatim khususnya Kota Surabaya, naik 100 persen.

"Permintaan oksigen hampir melonjak 100 persen bahkan hingga tingkat nasional ya. Biasanya rumah sakit permintaannya 300-400 tabung, sekarang 2 ribu tabung," ujar Bambang kepada detikcom, Selasa (6/7/2021).

Bambang menjelaskan, untuk permintaan oksigen silinder gas maupun liquid naik dua kali lipat. Bahkan, banyak pengusaha oksigen yang awalnya mensuplai industri, kini turun tangan mensuplai kebutuhan rumah sakit.

"Dampaknya besar sekali, mayoritas pelaku gas ada yang suplai pabrikan, ada depot. Saya yang awalnya suplai industri, juga sebagai balancing, sekarang (juga suplai) buat orang sakit. Dulu persentasenya 10-90. 10 persen untuk rumah sakit, 90 persen industri. Sekarang 100 persen untuk orang sakit, apalagi di Jawa, RS over semua, butuh oksigen semua," bebernya.

Pemilik usaha gas CV Utama Lestari ini mengatakan, permintaan oksigen di Jatim saat ini membeludak. Apalagi, kasus COVID-19 melonjak, dan banyak pasien yang dirawat di rumah sakit dadakan. Seperti RS darurat, RS lapangan, hingga hotel yang dijadikan tempat isolasi membutuhkan oksigen.

"Belum lagi pasien perorangan, yang isoman. Mereka sadar akhirnya berbondong-bondong punya oksigen, cari tabung serta regulatornya," imbuhnya.

Menurutnya, kondisi demand dan supply oksigen di Jatim saat ini tidak seimbang. Harga oksigen yang naik, disebutnya, bukan semata-mata permainan dari pengusaha. Melainkan tarik ulur antara penjual dan pembeli. Karena barang yang terbatas, siapa yang membeli dengan harga tinggi akan didahulukan.

"Tiga sampai empat bulan lalu, tabung kecil harganya Rp 400 ribu, sekarang Rp 1,3 juta. Yang tabung besar awalnya Rp 1,5 juta, bisa Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta sekarang," ungkapnya.

Simak video 'Mendag Sebut Impor Oksigen Tak Akan Ada Hambatan':

[Gambas:Video 20detik]