Warga Kota Probolinggo Lapor Polisi Usai Merasa Ditipu Beli Rumah Sengketa

M Rofiq - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 23:15 WIB
Keluarga pengusaha di Kota Probolinggo dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Tiga orang terlapor merupakan warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.
Mapolres Probolinggo Kota/Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Keluarga pengusaha di Kota Probolinggo dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Tiga orang terlapor merupakan warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Pelapor bernama Linda Djaja, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan Juga. Ia datang ke SPKT Polres Probolinggo Kota didampingi kuasa hukumnya.

Tiga orang terlapor yakni Melania Aggraeny, Julius Sugiharto, dan Trifena Sugiharto. Mereka pengusaha sekaligus Ketua Koperasi Anggra.

Dugaan penipuan dan penggelapan ini bermula saat Linda melakukan transaksi jual beli rumah pada Juli 2019. Di mana pelapor membeli rumah di Jalan WR Supratman, dari tiga terlapor seharga Rp 5 miliar.

Setelah harga disepaki, pelapor membayar Rp 2,157 miliar. Namun dalam perjalanannya, rumah tersebut ternyata bermasalah. Ada gugatan yang dilayangkan seseorang yang mengaku memilik hak atas rumah tersebut.

Namun setelah di cek, SHG tersebut hanya mencantumkan 3 terlapor. Mengetahui hal itu, pelapor kemudian meminta kembali uang yang telah diserahkan. Namun 3 terlapor tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan.

Sertifikat rumah yang saat ini berada di notaris juga tidak bisa diambil. Karena rumah tersebut masih dalam sengketa.

"Karena hingga saat ini tidak ada itikad, bahkan 3 terlapor ini menghilang, maka kita melaporkan 3 orang yang merupakan pemilik di dalam SHG sesuai perjanjian pada transaksi ini sebagai langkah hukum," ujar kuasa hukum pelapor, Agung Irawan SH saat dikonfirmasi di Mapolres Probolinggo Kota, Senin (5/7/2021).

Sementara Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya masih mempelajari laporan dugaan penipuan dan penggelapan itu, untuk mengambil langkah kasus hukumnya.

"Laporan ini masih kita pelajari, dan kita dalami, untuk melanjutkan proses hukumnya," ujar AKP Heri saat dikonfirmasi di ruangannya.

(sun/bdh)