Penumpang Menuju Bali Protes Penerapan Surat Bebas COVID-19 Harus Berbarcode

Ardian Fanan - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 19:22 WIB
penumpang di pelabuhan ketapang protes saat ppkm darurat banyuwangi
Penumpang protes saat PPKM di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Penerapan surat bebas COVID-19 yang dilengkapi barcode diprotes sejumlah penumpang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Sebab, banyak di antara mereka yang sudah terlanjur membawa surat keterangan negatif test antigen atau swab PCR tanpa barcode. Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan test antigen ulang.

Heru Wiyanto, warga Jakarta mengaku terpaksa kembali melakukan rapid test antigen ulang agar mendapat surat keterangan negatif yang menggunakan barcode.

"Kita disuruh turun, disuruh rapid tes antigen lagi. Kalau warga yang uangnya mepet suruh bayar lagi bagaimana," ujarnya kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Hal yang sama diungkapkan Gusti Genta. Dirinya mengaku tidak mendapatkan sosialisasi terkait surat bebas COVID-19 barcode ini.

"Tidak ada sosialisasi itu yang jadi kendala. Lain kali disosialisasikan-lah," ungkapnya.

Warga Depok ini mengaku sudah melakukan tes antigen di salah satu rumah sakit di Depok dengan hasil negatif. Sayang, surat keterangan bebas Corona yang dikantongi tidak berlaku lantaran tanpa dilengkapi barcode.

Ia pun harus merogoh kocek lebih dalam agar bisa melanjutkan perjalanan. "Di sana sudah test antigen Rp 150 ribu, masa diminta test antigen lagi, keluar uang lagi," kesalnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menyatakan, sesuai dengan instruksi Mendagri, sebenarnya surat antigen tersebut tetap sah meski tanpa dilengkapi barcode.