7 Perbatasan Jatim dan 20 Perbatasan Rayon Dijaga Ketat Saat PPKM Darurat

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 12:15 WIB
PPKM Darurat polda jatim
PPKM Darurat Polda Jatim (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Memutus mata rantai penularan COVID-19, pemerintah menarik rem pengendalian dengan melaksanakan PPKM Darurat. Di Jawa Timur, ada sejumlah pengendalian mobilitas masyarakat dengan penyekatan di perbatasan.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman mengatakan ada 7 penyekatan di perbatasan Jatim. Selain itu, Latif menambahkan ada 7 rayon yang di dalamnya ada 20 titik perbatasan antarrayon yang dijaga ketat.

Selain itu, ada 62 titik di dalam kabupaten yang dijaga petugas gabungan.

"Dalam pelaksanaan kegiatan PPKM darurat mulai tanggal 3 sampai 20 Juli, jajaran Polda Jatim akan melakukan pengendalian mobilitas masyarakat. Di Jatim ada 7 titik perbatasan antarprovinsi dan 82 titik pembatasan pengendalian antarrayon dan kabupaten. ada 82 semuanya, rinciannya di rayon ada 20, ditambah 62 antarkabupaten," papar Latif di Surabaya, Senin (5/7/2021).

Baca juga: RSHU Surabaya Lockdown Karena Overload Pasien Bergejala Berat

Latif mengatakan di perbatasan antarprovinsi, pihaknya akan melakukan pengecekan masyarakat yang hendak masuk ke Jatim. Jika tidak membawa syarat hingga tak ada kepentingan mendesak, pengendara akan diputarbalikkan.

"Apa yang akan dicek? Mereka harus membawa surat keterangan bebas COVID-19 1x24 jam. Mereka juga harus mempunyai keterangan keperluan apa mereka ke Jatim. Nah kalau tidak ada urgent, akan kita kembalikan. Tapi kalau penting sekali, ada surat keterangannya, baru kita suruh lewat," jelas Latif.

Sementara untuk penyekatan antarrayon, Latif memaparkan pihaknya membagi ada 7 rayon di Jatim. Masyarakat di satu rayon tidak boleh masuk ke rayon lainnya.

"Bagaimana antarrayon? Juga demikian. Kami akan melakukan pengendalian. Kami bagi menjadi tujuh rayon itu Surabaya Raya, Malang Raya, Madiun Raya, Madura Raya, Tapal Kuda, Tuban Raya, Bojonegoro Raya. Diharapkan orang Surabaya Raya untuk sementara tidak boleh ke Malang Raya. Begitu juga sebaliknya," ujar Latif.