Kebutuhan Plasma Konvalesen Meningkat, Alumni RSLI Berbondong-bondong Donor

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 18:24 WIB
Alumni RSLI donor plasma konvalesen
Alumni RSLI donor plasma konvalesen (Foto: Dok. Radian Jadid )
Surabaya -

Kasus COVID-19 tengah melonjak. Permintaan plasma konvalesen ke PMI Surabaya mencapai 300-an lebih setiap harinya. Melihat hal ini, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya mengerahkan alumninya untuk donor.

Relawan pendamping di Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 (PPKPC) mengadakan screening donor plasma konvalesen. screening ini diikuti sejumlah penyintas COVID-19 yang sempat dirawat di RSLI.

Penanggungjawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengaku bangga dengan relawan pendamping yang terus mengorganisir para penyintas dari RSLI untuk melakukan aksi kemanusiaan dengan menjadi pendonor plasma konvalesen.

"Kegiatan screening dan dilanjutkan donor plasma konvalesen ini perlu dilanjutkan, karena saat ini banyak sekali pasien COVID-19 pada kondisi sedang dan berat yang membutuhkan," ujar Nalendra di Surabaya, Minggu (4/7/2021).

Ketua Pelaksana PPKPC RSLI, Radian Jadid, hari ini juga menggenapi screening donor plasma konvalesen yang kesepuluh kalinya. Hampir tiap dua atau tiga minggu sekali, Jadid mendonorkan plasma konvalesennya.

"Alhamdulillah, setelah Desember tahun lalu saya terkena COVID-19 dan bisa sembuh, hari ini bisa menjalani screening untuk donor plasma kesepuluh Semoga bisa memberikan contoh, semangat dan inspirasi bagi teman-teman penyintas. Doakan lolos ya, sehingga bisa terus menyumbangkan plasma konvalesen bagi yang membutuhkannya," ujar Jadid.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Skrining Donor Plasma Konvalesen PPKPC-RSLI, Sita Pramesthi menjelaskan potensi alumni RSLI dalam menyumbangkan plasma konvalesen ini sangat besar dan perlu terus diorganisir dan difasilitasi keberadaannya.

Melalui kegiatan ini, mereka bisa sejenak menengok tempat mereka dulu dirawat, sekaligus reuni dengan teman-temannya dan bisa menjalankan aktivitas kemanusiaan.

Sita juga berharap kegiatan ini bisa dilakukan berbagai organisasi sosial, sebagai salah satu upaya dan kontribusi dalam mengatasi pandemi COVID-19.

"Beberapa penyintas yang mengikuti kegiatan ini sebelumnya banyak juga yang telah menjadi pendonor aktif, sehingga mereka tidak asing dengan kegiatan donor," pungkas Sita.

(hil/iwd)