PPKM Darurat Perbatasan Probolinggo-Situbondo, Pengendara Bandel Diputar Balik

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 22:47 WIB
PPKM Darurat di probolinggo
Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Antisipasi keluar masuknya masyarakat ke Kabupaten Probolinggo, Satgas COVID-19 membuat penyekatan di pintu keluar tol ujung Timur Pulau Jawa. Sejumlah kendaraan diputar balik karena tak disertai surat bebas COVID-19.

Meski zona kuning, penerapan PPKM Darurat dilakukan. Petugas gabungan Polres Probolinggo, TNI dari Kodim 0820, Satpol PP Kabupaten Probolinggo menjaga ketat pintu exit tol ujung timur pulau Jawa, tepatnya di Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sabtu malam (3/7/2021).

"Antisipasi kedatangan dan pelarian warga yang wilayah luar, datang ke Kabupaten Probolinggo, kita melakukan penyekatan dan pemeriksaan kendaraan dan kartu identitas pengendara, dari luar kota tidak Prokes dan tujuan tidak jelas kita suruh putar balik," tegas Kapolres Probolinggo, Teuku Arsya Khadafi kepada detikcom.

Polres Probolinggo langsung mendirikan pos pengendalian mobilitas COVID-19 di 2 titik, yakni pintu exit tol Probolinggo Timur Leces dan di perbatasan Probolinggo - Situbondo.

Dalam penyekatan tersebut, petugas gabungan yang tergabung di Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, langsung melakukan pemeriksaan dan pengecekan.

"Langkah yang kami lakukan ini, untuk menjaga kesehatan masyarakat, dan menghindari meningkatnya penyebaran COVID-19 di wilayah hukum Polres Probolinggo, karena kita dikepung wilayah yang penyebaran COVID-19, tinggi dan saat ini semuan menerapkan PPKM Darurat," jelas AKBP Arsya.

Penyekatan ekstra ketat pun dilakukan di jalan raya, jalur pantura dan jalur selatan Probolinggo. Tak luput patroli pusat-pusat keramaian, dan titik tempat kerumunan warga juga dilakukan.

"Selain di jalan raya Pantura dan jalur selatan Probolinggo kita melakukan penyekatan, baik dari anggota kepolisian bersama TNI, Satpol PP dan Satgas COVID- 19 Kabupaten Probolinggo, melakukan patroli di pusat-pusat keramaian, titik tempat nongkrong dan semua titik destinasi wisata yang ada di Probolinggo, akan kita patroli, semoga langkah yang kami tempuh, bisa memutus penyebaran COVID-19, dan kesehatan warga bisa kami jaga dari ganasnya virus asal Wuhan China," tegasnya.

(fat/fat)