Wagub Emil-Walkot Eri Kompak Soal Penyekatan Bundaran Waru Saat PPKM Darurat

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 20:02 WIB
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak pantau penyekatan di bundaran waru
Wagub Emil dan Wakapolda Jatim (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Wagub Emil Elestianto Dardak bersama Wakapolda Jatim meninjau langsung penyekatan PPKM Darurat di Bundaran Waru. Emil sepakat, kendaraan yang hendak masuk Kota Surabaya (di luar plat L) harus diperiksa terlebih dahulu.

"Kami berterima kasih karena diberi kesempatan untuk ikut meninjau pelaksanaan PPKM Darurat di hari pertama secara langsung. Mobilitas masyarakat di wilayah aglomerasi ini yang rutin pulanh pergi memang ke kantor yang sektornya diperbolehkan buka. Nah kalau plat luar wilayah kemungkinan akan dicek disana syaratanya itu sudah diatur di instruksi Mendagri," ujar Emil di Surabaya, Sabtu (3/7/2021).

Selama peninjauan tersebut terlihat penumpukan panjang kendaraan roda dua dan empat yang hendak masuk Kota Surabaya. Melihat adanya penumpukan kendaraan tersebut, Emil bersama Wakapolda kemudian berdiskusi dengan Dirlantas Polda Jatim. Diketahui bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan dari luar Surabaya termasuk yang dari wilayah Sidoarjo atau plat W.

Wagub Emil langsung menghubungi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui teleponnya untuk menanyakan apakah merujuk ke instruksi Mendagri mengenai PPKM Darurat, kendaraan plat W yang masuk wilayah aglomerasi bisa melalui penyekatan.

Mantan Bupati Trenggalek tersebut juga sempat memberikan ponselnya ke Wakapolda untuk berdiskusi dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Tadi kami bersepakat untuk kendaraan dalam wilayah aglomerasi termasuk plat W dapat melewati penyekatan, namun juga disepakati bahwa secara acak kendaraan plat L maupun W akan tetap diperiksa untuk mengetahui apakah tujuan berpergian untuk urusan mendesak atau tidak, karena inti dari PPKM darurat adalah mengurangi mobilitas yang tidak mendesak," jelasnya.

Suami Arumi Bachsin ini kemudian mengajak masyarakat bekerja sama menyukseskan PPKM Darurat demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Tolong masyarakat menyadari ini tidak boleh ditawar-tawar, meskipun dalam Insturksi Mendagri Aglomerasi diperkenankan untuk kegiatan yang benar-benar penting," pesannya.

Sementara, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs Slamet Hadi Supraptoyo menjelaska, ada sejumlah penyebab terjadinya penumpukan kendaraan di bundaran Waru. Salah satunya pemeriksaan ketat kepada warga dari luar wilayah Surabaya Raya.

"Mohon maaf kepada masyarakat selama pemeriksaan akan ada antrian, masyarakat harus menjalankan kewajibannya dengan membawa surat keterangan tes PCR 2X24 Jam tes rapid antigen 1X24 jam," tandasnya.

(fat/fat)