Pelanggar PPKM Darurat Rayu Petugas Saat Terjaring Penyekatan di Bundaran Waru

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 14:32 WIB
Protes Pengendara Saat Diminta Putar Balik di Penyekatan Cito
Pelanggar penyekatan di Bundaran Waru (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Hari pertama PPKM Darurat di Surabaya membuat kemacetan hingga 1,5 KM di penyekatan Bundaran Waru. Ratusan pengendara baik roda dua maupun roda empat diputarbalik karena tak bisa menunjukkan surat vaksin dan swab antigen.

Namun ada juga pengendara yang menolak saat diminta putar balik. Sebagian merayu dan berusaha negoisasi petugas. Mereka berusaha merayu dengan bukti surat kerja saja.

Seperti Akrom warga Surabaya yang akan mengirim barang dari Sidoarjo ke Surabaya. Dia membawa kendaraan pikap plat B hanya menunjukkan surat tugas. Dia terpaksa harus diputarbalikkan.

"Tahu (Ada penyekatan), saya kan orang sini (Surabaya), ini (Surat) tugasnya. Saya kan dekat masa setiap hari begini. Berhubung mobil saya B dibelokkan. Saya tiap hari ke Gedangan-Surabaya," kata Akrom kepada wartawan, Sabtu (3/7/2021).

Petugas pun tak memberi kesempatan kepada Akrom. Namun dia terus merayu petugas agar bisa melintas saat PPKM Darurat.

"Saya cuman sebentar pak, 10 menit wes, terus saya balik lagi," rayu Akrom kepada petugas.

"Ga oleh pak. Liyane loh diputerbalikno (Ga boleh pak, lainnya loh diputarbalikkan)," jawab petugas kepada Akrom.

Hal sama dialami Dedi warga Krian yang bekerja di Surabaya. Meski dia tidak memprotes, namun dia terus merayu agar boleh melintas dengan menunjukkan surat tugas dari perusahaannya.

"Swabnya ketinggalan pak, beneran, masa saya harus pulang ambil lagi. Saya kan bawa surat tugas dari kantor," kata Dedi sambil menego petugas.

Petugas pun meminta hasil vaksin, tetapi Dedi belum vaksin. Akhirnya dia diminta putar balik secara baik-baik dan Dedi pun menurutinya.

"Ndak bisa pak, harus bawa hasil swab atau vaksin, ya. Aturannya sudah begitu," tegas petugas.

(fat/fat)