Kata Dokter soal Pasien Kanker Kerongkongan Kehilangan Separuh Berat Badan

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 09:41 WIB
Seorang pemuda di Nganjuk terbaring sakit kanker kerongkongan selama sembilan bulan. Saat ini ia sudah kehilangan separuh berat badan.
Pasien Kanker Kerongkongan/Foto: Istimewa
Nganjuk -

Seorang pemuda di Nganjuk terbaring sakit kanker kerongkongan selama 9 bulan. Saat ini ia sudah kehilangan separuh berat badan.

Pemuda ini yakni Fajar Septiawan (20). Ia merupakan warga Dusun Jajar, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom.

Fajar merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Menurut sang ibu, Sumarsih (41), kondisi Fajar normal sebelum kena kanker kerongkongan. Berat badannya sekitar 80 kg dengan tinggi badan 183 cm. Namun saat ini, berat badan Fajar tinggal 40 kg.

"Hanya berbaring sakit katanya badan tinggal tulang. Kini hanya tinggal 40 kg, dulu 80 sampai 90 kg," ungkap Sumarsih kepada detikcom di RSUD Kertosono, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Pemuda di Nganjuk yang 9 Bulan Terbaring Sakit Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Fajar memang divonis mengidap kanker kerongkongan dan kini dirawat di RSUD Kertosono. dr Mamluatul Karimah, selaku dokter jaga RSUD Kertosono mengatakan, kurusnya badan Fajar disebabkan kanker kerongkongan yang sudah mengganas. Kondisi tersebut membuat makanan tidak bisa masuk ke tubuh pasien.

"Kondisinya itu (badan kurus) adalah rentetan buntunya atau adanya kanker di kerongkongan. Makanan tidak bisa masuk," jelas Mamluatul.

"Untuk saat ini upaya dokter membuatkan saluran selang ke perut. Namun belum maksimal karena sering buntu. Apalagi dengan kondisi keganasan hingga terjadi nol nutrisi jadi pusat makan terganggu butuh nutrisi banyak," imbuh dr Mamluatul.

Sumarsih melanjutkan bercerita, Fajar baru setahun bekerja sebagai sekuriti di Jakarta. Awalnya Fajar mengeluh tidak nafsu makan dan muntah. Kala itu ia sempat dirawat tiga hari di RS Tebet.

Baca juga: Pemuda Nganjuk 9 Bulan Terbaring Sakit hingga Kehilangan Separuh Berat Badan

"Sekitar bulan 9 tahun kemarin opname di RS Tebet Jakarta tiga hari. Katanya asam lambung muntah terus, makan ndak bisa masuk," kata Sumarsih.

Menurut Sumarsih, selama sembilan bulan setelah pulang ke Nganjuk, Fajar sering keluar masuk rumah sakit. Baik ke RSU dr Soetomo Surabaya maupun RSUD Kertosono Nganjuk.

Simak juga 'Kisah Pilu Nenek Sebatang Kara di Ciamis Tinggal di Gubuk Reyot':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)