Belasan Daerah di Jatim Masuk Zona Merah BOR COVID-19, Ini Rinciannya

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 14:55 WIB
Transferring a patient from the emergency area into the ICU
Foto: Getty Images/Tempura
Surabaya -

Kasus aktif COVID-19 di Jatim terus bertambah. Hingga kini, ada 7.939 kasus aktif di Jatim. Jubir Satgas COVID-19 Dr Makhyan Jibril menyebut, ada belasan daerah masuk zona merah BOR COVID-19 berdasar SE Menkes HK02.01/MENKES/11/2021 Tanggal 27 Juni 2021

"Jadi sesuai SE, dizonasikan, di mana BOR suatu daerah di atas 80 persen, maka masuk zona merah. Sedangkan di 60-80 persen masuk zona oranye/kuning. Dan di bawah 60 persen masuk zona hijau," ujar Jibril saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (29/6/2021).

Saat ini, kata Jibril, ada belasan daerah di Jatim dengan kondisi BOR di atas 80 persen. Baik itu BOR isolasi COVID-19 biasa, ataupun BOR ICU COVID-19.

Untuk BOR isolasi COVID-19, 13 Kabupaten/Kota di Jatim masuk zona merah. Yakni Kota Surabaya, Bojonegoro, Jember, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Mojokerto, Magetan, Pamekasan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Ponorogo, Sampang, dan Sidoarjo. Untuk Kota Surabaya, BOR isolasi COVID-19 sudah mencapai angka 98 persen. Kemudian disusul Ponorogo 96 persen, Sidoarjo 94 persen, Kabupaten Mojokerto 94 persen.

Sedangkan untuk BOR ICU COVID-19, 11 Kabupaten/Kota di Jatim masuk zona merah. Yakni Kota Surabaya, Ponorogo, Pamekasan, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Magetan, Kota Pasuruan, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Batu, dan Bondowoso. Untuk Kota Pasuruan dan Kota Mojokerto, BOR ICU COVID-19 sudah mencapai angka 100 persen. Lalu Sidoarjo 98 persen, Kota Surabaya 93 persen.

Jibril mengatakan, kondisi BOR di daerah-daerah tersebut sudah nyaris penuh. Meski begitu, tidak semua daerah, mengalami kondisi demikian.

"Karena ada sejumlah daerah yang BOR-nya relatif masih di bawah 60 persen. Tidak merata lonjakan pasien di RS-nya. Kalau dihitung secara keseluruhan di Jatim sendiri, rata-rata BOR saat ini, 78,5 persen baik ICU atau isolasi biasa," bebernya.

Ada sejumlah opsi untuk merelaksasi beban RS. Di antaranya, pengoptimalan rumah isolasi. Seperti di BPWS Madura, kemudian di safe house Malang, hingga di ruko-ruko yang disulap menjadi ruang isolasi di Bangkalan.

"Sejauh ini, rumah isolasi belum terpakai dengan maksimal. Ini yang akan dimaksimalkan, sesuai arahan Bu Gubernur, pasien OTG, ringan akan dirawat di rumah isolasi," pungkasnya.

(iwd/iwd)