Pekik Takbir Wali Kota Surabaya Nyatakan Jihad Lawan Corona

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 19:51 WIB
Lonjakan kasus COVID-19 terjadi di Kota Malang. Hari ini ada 17 pasien COVID-19 yang meninggal dunia, hingga tim pemulasaraan jenazah kelabakan.
Wali Kota Eri Cahyadi/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengobarkan semangat petugas gabungan yang akan terjun menangani kasus Corona. Pekik takbir terdengar hingga 3 kali.

Selain mengobarkan semangat petugas, Eri juga memimpin doa bersama dalam apel pagi yang digelar di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (28/6/2021). Lalu ia meninjau kesiapsiagaan peralatan dan personel.

"Semangat ya, ini demi keluarga kita semua. Insyaallah mulai hari ini kita jihad fi sabilillah menghadapi pandemi COVID-19. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar," kata Wali Kota Eri disambut takbir oleh para petugas gabungan.

Pada kesempatan itu, Eri menyampaikan terima kasih kepada TNI-Polri dan seluruh jajaran Pemkot Surabaya, yang akan bertugas langsung ke lapangan untuk memberikan yang terbaik, untuk warga Kota Surabaya. Menurutnya, perjuangan melawan COVID-19 dengan terjun ke bawah merupakan ibadah dan ikhtiar yang harus dilakukan oleh manusia.

"Iman wajib bahwa ini semua adalah ketentuan Allah, tapi juga harus kita iringi dengan ilmu dan ikhtiar. Yaitu dengan tes masif, tracing masif, treatment tepat serta tentu protokol kesehatan," imbuhnya.

Ia menjelaskan, sampai hari ini yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan menjalani isolasi di HAH (Hotel Asrama Haji) sebanyak 490 orang. Kemudian yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri sebanyak 500 lebih. Sehingga total yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Surabaya sebanyak 1.060 orang.

Eri menyampaikan, ada 300 pasien Corona yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol COVID-19 dalam sepekan. Angka ini tinggi karena dari awal, Pemkot Surabaya bergerak masif melakukan penelusuran (tracing) ketika ada warga yang positif COVID-19. Kemampuan tracing Surabaya 1:40, termasuk yang tertinggi dibanding daerah lainnya.

"Saya tidak akan pernah menutupi data ini kepada warga Surabaya. Makanya, ini waktunya kita untuk bangkit. Kita sudah pernah melewati masa-masa sulit mengatasi COVID-19 di zona merah. Itu jangan sampai terulang kembali. Kita harus sadar betul bahwa sudah banyak korban, ayo kita selamatkan orang tua kita, selamatkan anak cucu kita dari COVID-19," terang Eri.

Wali Kota Surabaya mengajak semuanya untuk menyingsingkan lengan, dan bergandeng tangan bersama-sama melawan COVID-19 di Kota Pahlawan. Ia menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi petugas yang bertugas ke lapangan.

"Mulai hari ini, insyaallah saya tidak akan berkantor di Balai Kota Surabaya ini. Saya akan mendampingi anak buah saya yang turun ke lapangan. Karena saya yakin sebagai manusia pasti mereka juga punya rasa takut dan khawatir ketika harus bersentuhan atau menangani COVID-19. Makanya tadi saya juga pimpin doa untuk menghilangkan rasa takut itu," kata dia.

Tonton video 'Data Lengkap Sebaran 20.694 Kasus Baru Corona RI 28 Juni':

[Gambas:Video 20detik]