Wali Kota Eri Minta Orang Tua Jaga Putra-putrinya Agar Tak Terpapar COVID-19

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 18:59 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Tak sedikit anak-anak di Surabaya terpapar COVID-19. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta para orang tua tetap dan terus menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan dari data Pemkot Surabaya, per 25 Juni 2021 sebanyak 45 anak di Surabaya terpapar COVID-19.

"Kalau anak-anak sudah banyak. Makanya tadi saya sampaikan kalau kita ini jadi seorang bapak jangan pernah jemawa. Aku nggak popo, aku sehat, nggak usah swab, wis nggak usah maskeran nggak onok opo-opo. Insya Allah nggak onok opo-opo. Tapi kalau sekarang ada anak-anak di rumah sakit sekitar 25 orang sampai 30 orang yang sakit opo nggak nyesel ta kita sebagai bapak. Opo nggak nyesel ta kita sebagai kepala keluarga melihat anak kita, istri kita itu sakit," ujar Eri usai sidak di Kawasan Simo Sidomulyo, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Senin (28/6/2021).

Eri berharap dan meminta tolong kepada segenap warga Kota Surabaya untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

"Makanya saya nyuwun tolong sama warga Surabaya. Njenengan njaga ini bukan untuk wali kotanya, bukan untuk kotanya. Njenengan jaga itu tolong jaga keluarganya tercintanya kita masing-masing. Makanya kita harus sadar dengan diri kita. Kalau kita ngomong aku sehat nggak pakai masker, Kita pulang kita lupa kenek anak bojo. Nyesel nggak kalau kenek anak bojo. Kan nyesel pasti," ungkap Eri Cahyadi.

"Lha iku sing aku nyuwun tulung (minta tolong). Tulung sampekno nang warga Suroboyo semuanya. Sadarlah, sadar untuk anak istri kita orang tua kita. Buat keluarga kita," lanjut Eri.

Eri berpesan ketika ada anak-anak terpapar COVID-19, segera melapor ke Ketua RT setempat, agar bisa dilanjutkan ke Pemkot Surabaya untuk segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Kalau ada anak yang sudah kena COVID-19 di kampung tolong sampaikan ke Pak RT nya. Pak RT akan menghubungi TGC 112. Atau Pak RT bisa kontak lurah Camat. Nanti setelah itu Lurah Camat akan melakukan kontak, apakah masih ada, apakah masih ada rumah sakit kosong. Atau dia OTG masih kuat di Asrama haji. Tapi lek penuh kabeh isolasi mandiri yang kita lakukan," ungkap Eri.

"Karena apa, kalau dibiarkan iki tambah gak cukup rumah sakit. Asrama haji juga tidak cukup kalau kita los-losan. Ini yang harus dijaga betulsSama warga Surabaya. Saya tetap minta tolong jaga putra-putri njenengan semua. Orang tua Dan istri njenengan semua," tandas Eri Cahyadi.

(iwd/iwd)