Kasus COVID-19 Terus Melonjak, 410 Bed RS Lapangan Indrapura Surabaya Full

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 22:15 WIB
Rumah Sakit Darurat Indrapura Rawat 34 TKI Positif COVID-19  

Hilda Meilisa Rinanda

Surabaya - Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) kini tengah merawat 34 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sebelumnya, para TKI ini sempat diswab saat hendak dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Rinciannya, tadi malam ada delapan PMI yang masuk RSLI. Sedangkan sore ini ada 26 orang PMI yang dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Mereka berasal dari Malaysia, Hongkong, Singapura dan Brunei Darussalam. TKI yang positif dalam seminggu terakhir ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, sedangkan yang dari timur tengah diperkirakan akan masuk dalam seminggu ke depan.

Ketua Pelaksanan Relawan PPKPC-RSLI Radian Jadid menyebut total TKI yang dirawat di RSLI ada 34 pasien. Rincirannya 17 pasien laki-laki dan 17 pasien perempuan.

Sedangkan asal para TKI juga beragam, lebih dari setengah berasal dari Madura, yakni dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep. Lalu, ada pula dari Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah. 

Sementara itu, Kepala RSLI Kogabwilhan II Surabaya, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan para TKI yang positif ini akan menjadi perhatian serius. Karena berpotensi menjadi perantara mutasi COVID-19 varian baru. 

Nalendra mengatakan pihaknya juga berkaca pada kondisi tsunami COVID-19 di India. Untuk itu, Nalendra tak ingin kecolongan. Segala langkah antisipasif dan monitoring ketat akan dilakukan pada penderita COVID-19 yang berasal dari PMI. 

Contoh paling jelas adalah kasus di India. Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India telah menjadikan mereka euforia sehingga melupakan protokol kesehatan yang ada, papar Nalendra di Surabaya, Selasa (4/5/2021).

Padahal, angka tersebut dibandingkan dengan 1,3 miliar jumlah penduduk India, masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70 persen dari populasi. Untuk itu vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan,karena prokes adalah nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi COVID-19, imbuhnya.

Tak hanya itu, Nalendra juga menyoroti kondisi Malaysia. Di mana beberapa rumah sakit COVID-19 di sebagian wilayah Malaysia mulai penuh. Untuk itu pasien yang berasal dari Malaysia juga menjadi perhatian khusus.

Informasi yang masuk, dari 28 April hingga 4 Mei, setidaknya sudah masuk 4.177 PMI. Di mana lebih dari setengahnya berasal dari Malaysia, yakni 2.298 orang. Selebihnya, berasal dari Singapura, Hongkong dan Brunei Darussalam. 

Nalendra menambahkan PMI ini akan mendapatkan perhatian khusus, skrining dan pengambilan sampel ulang, untuk selanjutnya dianalisis di RSLI dan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitkbangkes) Jakarta Pusat. Hal ini demi penelitian lanjut terkait kemungkinan munculnya varian baru mutasi COVID-19.

Untuk kesiapan penangan PMI, Nalendra berpesan kepada seluruh nakes dan relawan di RSLI untuk terus menjaga kondisi agar dapat bekerja menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik untuk kesembuhan pasien. 

Jaga kondisi, tertib dan taat dalam penggunaan APD sesuai levelnya, serta saling mengingatkan untuk keamanan, kesehatan dan keselamatan kita bersama, pesan Nalendra.
RS Lapangan Indrapura (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Kenaikan kasus COVID-19 di Jatim membuat kapasitas RS penuh semua, tak terkecuali Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Dari kapasitas 410 bed, saat ini sudah terisi semua.

Penuhnya kapasitas RSLI ini bahkan sempat membuat banyak pasien harus mengantre untuk masuk. Hal itu diungkapkan oleh Penanggung Jawab RSLI, Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara.

"Memang tadi ada tapi sudah tertangani dengan baik. Karena memang tempat penuh ya kita sampaikan apa adanya," ujar Nalendra kepada detikcom, Sabtu (26/6/2021).

Nalendra menambahkan, karena RSLI sudah terisi penuh, maka pihaknya kini sudah tidak bisa menerima pasien lagi.

"Kita gak bisa nambah lagi. Karena 410 sudah maksimal. Karena kalau nambah lagi SDM-nya ditambah dulu. Sehingga kita bisa menangani dengan baik," terangnya.

Menurut Nalendra, penuhnya kapasitas itu membuat banyak pasien positif COVID-19 rela inden. Namun, pihaknya menegaskan bahwa prioritas pasien yang dirawat di RSLI merupakan yang bergejala saja.

"Sudah penuh semua. Mereka semua inden. Jadi, yang bisa masuk ke sini yang ringan sama bergejala saja. Sedangkan kalau OTG biar isolasi mandiri sendiri di rumahnya," kata Nalendra.

"Kalau yang inden mungkin di rumah masing-masing karena RS di Surabaya kan saya dengar penuh juga semua," tandas Nalendra.

(fat/fat)