38 Santriwati Positif COVID-19 dalam Klaster Pesantren di Kota Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 19:15 WIB
Satgas COVID-19 Kota Pasuruan menyebut ada 14 ASN positif COVID-19. Selain itu, 21 karyawan BPJS Kesehatan juga menjalani isolasi karena virus Corona.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)/Foto file: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Satgas COVID-19 Kota Pasuruan terus melakukan tracing dan testing di Pesantren Salafiyah, yang terpapar Klaster Ziarah. Yang positif COVID-19 bertambah 11 santriwati dari Klaster Pesantren itu.

"Dari 19 santriwati yang kemarin swab PCR, hasilnya 11 positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena, Jumat (25/6/2021).

Mereka dikarantina di shelter Bugulkidul bersama 27 temannya yang lebih dulu terkonfirmasi positif COVID-19. Total 38 santriwati yang positif COVID-19 tak bergejala atau OTG.Sehingga tak perlu dirawat di rumah sakit.

"Mereka yang negatif tetap berada di pesantren," terang Shierly.

Baca juga: Klaster Ziarah Kota Pasuruan Merembet ke Pesantren, 27 Santriwati Positif

Shierly mengatakan, pihaknya akan terus melakukan tracing di pesantren ini. Menurut Shierly, tracing dan testing lebih mudah karena para santri berada dalam satu komplek dan pengurus membuka diri dan bekerja sama dengan baik.

"Kami ingin memastikan sudah tak ada santriwati yang terpapar," terang Shierly.

Klaster pesantren ini bermula dari klaster ziarah di Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo. Di klaster ziarah ditemukan 53 kasus positif dari 245 orang yang di-tracing.

Baca juga: Klaster Ziarah di Kota Pasuruan Melonjak, 2 RT Zona Merah

Hasil tracing klaster ziarah, satgas menemukan satu peserta rombongan ziarah sudah kembali ke Pondok Pesantren Salafiyah. Total 63 santriwati di-swab dan 38 positif.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam beberapa kesempatan mengapresiasi dan berterima masih pada pengasuh Pesantren Salafiyah, yang mengizinkan pemkot melakukan tracing dan testing dalam Klaster Pesantren.

"Alhamdulillah KH Idris Hamid (pengasuh Pesantren Salafiyah) mengizinkan kami (pemkot) membantu tracing dan mengkarantina santri yang positif," ujar Gus Ipul.

(sun/bdh)