237 Pasangan di Lamongan Ajukan Dispensasi Nikah, Rata-rata Hamil Duluan

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 14:57 WIB
Ada 237 pasangan yang mengajukan dispensasi nikah (Diska) ke Pengadilan Agama (PA) Lamongan. Angka itu terhitung sejak Januari hingga pertengahan Juni 2021.
Pengadilan Agama Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Ada 237 pasangan yang mengajukan dispensasi nikah (Diska) ke Pengadilan Agama (PA) Lamongan. Angka itu terhitung sejak Januari hingga pertengahan Juni 2021.

Permintaan dispensasi nikah didominasi pasangan yang hamil di luar nikah. Panitera Muda Hukum PA Lamongan, Mazir mengungkapkan, berdasarkan data yang ada diketahui terdapat 237 pasangan yang mengajukan dispensasi nikah.

"Data pengajuan dispensasi nikah yang kami terima di PA Lamongan pada 2021 hingga bulan ini ada 237," kata Mazir kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Terus Naik! 100 Pasangan Usia Anak di Lombok Ajukan Dispensasi Kawin

Dari 237 permintaan dispensasi nikah itu, menurut Mazir, ada 1 yang dicabut, 220 dikabulkan dan 1 perkara digugurkan. Rasio penyelesaiannya 93,67 persen dan sisa 15 perkara yang belum diselesaikan, di mana pada Bulan Mei lalu saja terhitung ada 25 pengajuan.

"Iya Mas, kebanyakan mereka yang mengajukan dispensasi nikah karena hamil duluan," ujar Mazir saat ditanya alasan para pemohon yang melakukan pengajuan dispensasi nikah itu.

Mazir menambahkan, jumlah pengajuan Diska di Lamongan terbilang cukup tinggi. Pasalnya, tiap tahunnya bisa mencapai lebih dari 500 perkara. Dari tahun ke tahun jumlah Diska hampir sama.

Baca juga: Orangtua dan Pencegahan Perkawinan Anak

"Terkait pelaksanaan sidangnya, PA Lamongan terjadwal menggelar Diska ini pada Hari Senin sampai Kamis. PA Lamongan juga memberlakukan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dan telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat," terang Mazir.

Ia juga menambahkan, selama pandemi COVID-19 pihaknya hanya bisa menerima 25 ajuan dispensasi nikah setiap harinya. Untuk mensiasati antrean sidang, PA Lamongan telah membuat sistem antrean sehingga ada daftar tunggunya. Selain itu, PA Lamongan juga telah menambah kapasitas ruang tunggu menjadi semakin besar.

"Dikarenakan masih terjadi pandemi, kemungkinan tingkat pengajuan tidak mengalami kenaikan. Sehingga prediksinya untuk tahun 2021 ini berjalan stagnan setiap bulannya," pungkasnya.

(sun/bdh)