Tracing Klaster Sidomulyo Kota Mojokerto Rampung, 72 Warga Positif-3 Meninggal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 13:03 WIB
klaster sidomulyo
Klaster Sidomulyo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Satgas COVID-19 Kota Mojokerto telah menuntaskan tracing di Klaster Sidomulyo. Total warga di klaster tersebut yang terinfeksi Virus Corona mencapai 72 orang. Lockdown pun dihentikan.

Jubir Satgas COVID-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, total warga yang ditracing di Klaster Lingkungan Sidomulyo mencapai 323 orang. Meliputi penduduk Sidomulyo gang 3, 4, dan 9, serta sejumlah toko, tukang parkir, dan pedagang kaki lima (PKL).

Dari 323 warga yang ditracing, lanjut Gaguk, 285 dites swab antigen dan 118 diswab PCR. Hasilnya, 72 warga di Klaster Lingkungan Sidomulyo positif COVID-19. Tiga di antaranya meninggal dunia.

"Data terakhir per Rabu (23/6) malam total yang positif COVID-19 di Klaster Sidomulyo 72 orang. Jumlah yang meninggal dunia masih tetap 3 orang," kata Gaguk saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (25/6/2021).

Gaguk menjelaskan 8 pasien positif COVID-19 dari Klaster Sidomulyo dirawat di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo karena mengalami gejala klinis kategori sedang. 50 pasien positif diisolasi di Rusunawa Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

"Yang isolasi mandiri dengan pengawasan ketat 233 orang, ada yang OTG, sebagian besar negatif. Yang diisolasi di rusunawa sudah 40 orang dipulangkan," terang Gaguk.

Pantauan detikcom siang ini, Sidomulyo gang 4 yang sempat di-lockdown telah dibuka kembali. Warga mulai beraktivitas di rumah masing-masing dengan memakai masker. Karena tracing di Klaster Lingkungan Sidomulyo untuk sementara dianggap selesai.

"Untuk sementara (tracing) sampai di situ. Kalau ada perkembangan baru bisa jadi tim akan melakukan tracing lanjutan," cetus Gaguk.

Klaster Sidomulyo di Kelurahan Mentikan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto terdeteksi sejak adanya 2 warga Sidomulyo gang 3 dan 4 yang meninggal dunia akibat COVID-19 pada 11-12 Juni lalu. Virus Corona menyebar dengan cepat hingga menginfeksi puluhan warga hanya dalam sepekan.

Satgas COVID-19 Kota Mojokerto berupaya mendeteksi potensi varian baru Virus Corona di klaster ini. Untuk itu, sampel swab sebagian pasien klaster tersebut dikirim ke Tropical Disease Diagnostic Center (TDDC) Unair Surabaya.

Menurut Gaguk, cepatnya penyebaran COVID-19 di klaster Sidomulyo ini akibat proyek padat karya pembangunan gorong-gorong dan sejumlah warga yang rekreasi ke Kenjeran, Surabaya. "Menurut keterangan Dinkes, diduga kuat memang penyebarannya cepat karena ada kegiatan proyek padat karya dan kegiatan rekreasi," tandasnya.

Kota Mojokerto saat ini berstatus zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penyebaran COVID-19. Jumlah warga yang terinfeksi Virus Corona bertambah 202 orang dalam 9 hari terakhir. Yakni dari 2.709 pada Selasa (15/6) menjadi 2.911 pada Kamis (24/6). Terdiri dari 210 kasus aktif, 2.503 pasien sembuh dan 198 pasien meninggal dunia.

Dalam periode yang sama, tingkat kesembuhan (recovery rate) pasien COVID-19 di Kota Mojokerto terus anjlok. Yakni dari 91,47 persen pada 15 Juni menjadi 85,98 persen pada 24 Juni. Sementara tingkat kematian (fatality rate) pasien mencapai 6,80 persen.

(iwd/iwd)