Cerita soal Dokter Positif COVID-19 di Surabaya Sulit Cari Ruang Isolasi

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 11:38 WIB
Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar
Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Kasus COVID-19 di Kota Surabaya terus naik. Selain warga, 75 dokter pun saat ini dinyatakan positif COVID-19.

Kondisi RS di Surabaya pun kini hampir penuh, karena pasien COVID-19 yang terus berdatangan. Sehingga tidak hanya warga, dokter pun kerap kesulitan mencari bed kosong ketika terpapar COVID-19.

Seperti yang disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr Brahmana Askandar. Menurutnya, dokter tidak mudah mendapat tempat perawatan ketika sakit.

Baca juga: 75 Dokter di Surabaya Positif COVID-19 Saat Bertugas, Dua Meninggal

"Saat ini kita mendapatkan tekanan yang luar biasa dokter ini. Karena jumlah pasien yang sedemikian banyak, dan bahkan untuk dokter sendiri ketika sakit itu tidak mudah mendapat tempat perawatan," kata Brahmana saat dihubungi detikcom, Jumat (25/6/2021).

"Bahkan beberapa dokter yang bekerja di sebuah RS, dia kalau sakit terpaksa tidak bisa dirawat di RS tempat dia bekerja. Karena penuh," imbuhnya.

Brahmana menjelaskan, saat ini tekanan untuk dokter terbilang tinggi. Terlebih kasus COVID-19 terus naik yang membuat tenaga kesehatan (nakes) kewalahan.

Baca juga: Puluhan Nakes Sejumlah RS di Surabaya Tumbang Terpapar COVID-19

"Tekanan jumlah, jumlahnya luar biasa banyak. Tekanannya dalam hal jumlah, kalau tekanannya banyak otomatis kita kalang kabut," jelasnya.

Sementara soal psikologis para dokter di lapangan, menurutnya sama dengan masyarakat. Pasti ada rasa lelah, ada capek.

Diketahui, saat ini ada 75 dokter di Surabaya yang terpapar COVID-19 dan 2 gugur pada 21 Juni 2021. Dari 75 dokter yang positif COVID-19, ada 58 yang isolasi mandiri dengan keluhan ringan. Sedangkan 17 yang dirawat di RS memiliki keluhan dan perlu diobservasi.

(sun/bdh)